3 Dokter Jadi Tersangka Vaksin Palsu, IDI Beri Bantuan Hukum

Ikatan Dokter Indonesia (ID) memberikan pendampingan hukum bagi anggotanya yang tersangkut kasus vaksin palsu. Hingga saat ini, polisi telah menetapkan tiga dokter sebagai tersangka.

BERITA | NASIONAL

Senin, 18 Jul 2016 09:13 WIB

Author

Bambang Hari

3 Dokter Jadi Tersangka Vaksin Palsu, IDI Beri Bantuan Hukum

Korban vaksin palsu di RS harapan Bunda, Jakarta Timur. Foto: ANTARA

KBR, Jakarta - Ikatan Dokter Indonesia (ID) memberikan pendampingan hukum bagi anggotanya yang tersangkut kasus vaksin palsu. Hingga saat ini, polisi telah menetapkan tiga dokter sebagai tersangka.

Sekretaris Jenderal IDI, Adib Khumaidi meyakini ketiga dokter itu tidak sengaja menyuntikkan vaksin palsu.

"Kami meyakini tidak ada kesengajaan dari teman-teman sejawat kami untuk memberikan obat, atau vaksin palsu. Itu tidak mungkin ada unsur kesengajaan. Yang paling mungkin adalah karena ketidaktahuan. Dokter, rumah sakit, merupakan user (pengguna-red), dan menganggap obat atau vaksin yang digunakan itu asli. Ini yang perlu ditelusuri," ujarnya ketika dihubungi KBR, Senin (18/7/2016).

Baca juga:

Korban Vaksin Palsu Akan Gugat RS Harapan Bunda
Vaksin Palsu, Asosiasi Rumah Sakit: Itu Oknum

Ia menambahkan, apabila dalam proses hukum tersebut bisa dibuktikan ada unsur kesengajaan, IDI berjanji akan memberikan sanksi terhadap dokter tersebut. Sebab itu sudah menyalahi etika.

Selain itu, para penyidik di kepolisian juga diharapkan menelusuri sistem pengawasan obat, serta alat kesehatan yang dilakukan Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan, BPOM.

"Perlu juga ditelusuri rantai distribusi vaksin palsu ini bagaimana. Karena kami pengguna, kami tidak perlu lagi mencaritahu apakah vaksin atau obat yang digunakan asli atau palsu. Proses pengawasan yang dilakukan lembaga yang mengurusi obat berjalan atau tidak," katanya.

Baca juga:

Orang Tua Pasien RSIA Mutiara Bunda Akan Datangi BPOM

Selain menetapkan tiga orang dokter, penyidik di kepolisian juga menetapkan 20 orang lainnya dalam kasus peredaran vaksin palsu ini. Mereka adalah produsen dan distributor vaksin. Meski begitu, polisi menegaskan pengusutan kasus vaksin palsu akan terus berkembang, sehingga kemungkinan adanya tersangka baru sangat dimungkinkan.




Editor: Quinawaty 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN