Bagikan:

Cegah Asam Lambung, Jaga Pola Makan

KBR68H, Jakarta - Sumber dari berbagai penyakit salah satunya bisa berasal dari kadar asam berlebih dalam tubuh.

BERITA

Rabu, 31 Jul 2013 09:17 WIB

Author

Eli Kamilah

Cegah Asam Lambung, Jaga Pola Makan

asam lambung, pola makan, kadar asam

KBR68H, Jakarta - Sumber dari berbagai penyakit salah satunya bisa berasal dari kadar asam berlebih dalam tubuh.  Bahkan sejumlah penyakit berat mengintai Anda jika tak bisa menjaga kadar asam tubuh. Sebut saja misalnya obesitas, kolesterol, darah tinggi dan sebagainya. Karenanya Anda harus bisa mengenali gejalanya.

Dokter Muhadi Sppd dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan setiap orang harus paham dulu apa arti asam, yang ada dalam tubuh manusia . Karena asam di dalam tubuh kita bisa diartikan lebih luas. Seperti asam lambung, asam urat dan asam karbonat. Asam Karbonat atau Asidosis adalah terjadinya peningkatan kadar asam dalam darah. Asam ini dipengaruhi oleh sistim organ, yakni ginjal dan paru. Penyebabnya adalah gangguan fungsi ginjal, Asam ini merupakan gangguan asam terberat dibandingkan dengan gangguan asan lainnya.

Setiap orang tentunya tidak paham apa itu asam, namun penyebab penyakit yang ditimbulkan oleh salah satu asam dalam tubuh yakni kolestrol, tentu banyak diketahui masyarakat. Selain diproduksi dalam tubuh melalui metabolismenya, kolestrol juga berasal dari makanan-makanan tinggi kadar lemaknya.  Kelebihan asam dalam tubuh bisa terdeteksi dengan keluhan, sesuai jenis asam yang ada, seperti sakit sendi yang berlebihan, yang biasa disebut kelebihan asam urat

Nungky, perempuan 28 tahun ini merasakan banyaknya keluhan terkait kelebihan asam dalam tubuhnya, terutama dihubungkan dengan kolestrol. Nungky sering merasakan pegal di bahu dan leher belakang. Dari segi makanan, Nungky sering berhati- hati seperti menghindari kuning telur, kikil dan makanan berminyak serta berlemak. 

Menurut Mahadi, makanan dengan tingkat keasaman tertentu memang perlu diperhatikan, terutama terkait metabolisme tubuh kita sendiri. Ada beberapa makanan yang menimbulkan asam dalam tubuh, salah satunya produk-produk protein hewani seperti daging, yang justru menghasilkan metaboilisme asam. Masyarakat juga perlu tahu, tingkat keasamaan dalam makanan, tidak dihubungkan dengan cita rasa makanan saat kita mencicipinya di lidah. Bisa saja, kata Mahadi, buah seperti jeruk yang rasanya asam, masuk dalam metabolisme tubuh, justru akan bersifat basah.

Asam itu sifatnya memberikan iritasi dalam tubuh. Contohnya dalam proses pencernaan makanan dibutuhkan bantuan, salah satunya dari asam lambung. Asam lambung itu akan terus diproduksi. Sehingga jika tidak ada makanan yang masuk, asam lambung akan terganggu. Ujungnya tubuh kitalah yang akan terkena iritasi. Salah satu keluhannya adalah nyeri ulu hati dan rasa panas di saluran pencernaan.

Selain asam lambung, asam karbonat juga sering diderita banyak orang dengan gangguan ginjal. Secara umum tubuh punya satu sistem untuk menjaga keseimbangan keasamaan dalam tubuh. Jika seseorang menderita gangguan fungsi ginjal, maka akan mengakibatkan gangguan asam karbonat dalam darah. Gejalanya seperti mual-mual, muntah yang hebat, dan yang paling berat gangguan kesadaran.

Sementara jenis asam lain, seperti kelebihan asam urat dalam darah bisa terdeteksi dengan keluhan seperti gangguan pada sendi-sendi kecil, misalnya pada ujung jari kaki, dan tangan. Sedangkan gangguan seperti sakit persendian pinggang dan tulang, yang harus diperiksa terlebih dahulu apakah karena asam urat atau bukan.

Asam urat banyak didapatkan dari makanan, walaupun ada sistem dalam tubuh yang memang bisa menimbulkan gangguan, seperti tipe genetik yang berbeda pada tiap orang. Makanan tinggi asam urat seperti melinjo, emping, jeroan kambing atau lainnya, yang memang mesti dihindari. Namun jika sudah menghindari tetap asam uratnya tinggi, Mahadi menegaskan pasien harus melakukan pengobatan menyeluruh dan menjaga pola makan lebih ketat.

Mahadi berpesan menjaga pola makan menjadi penting untuk menstabilkan asam dalam tubuh kita, baik itu asam lambung, asam urat dan lainnya. Sebaliknya, jika seseorang sudah terdiagnosis menderita salah satu penyakit asam tersebut, lakukan pengobatan secara benar, menyeluruh dan tuntas. Untuk pengobatan sederhana di rumah dengan obat-obatan pasaran, menurut Mahadi bisa coba dilakukan, dengan syarat jika pengobatan berlarut-larut 3-5 hari tidak sembuh, hendaknya dihentikan dan konsultasikan ke tenaga medis.

Asam lambung bisa menimbulkan lubang di lambung, atau kebocoran lambung. Pengobatannya tidak memakai obat-obatan namun harus dilakukan penanganan bedah.  Sementara untuk asam urat yang tinggi, kemungkinannya adalah ganguan menahun pada perubahan bentuk sendi, misalnya gangguan pada kaki akan menyebabkan cara berjalan seseorang menjadi tidak normal.

Editor: Doddy Rosadi

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Komunitas Biboki Lestarikan Tenun Ikat Tradisional

Living Law, Apa Dampaknya Jika Masuk dalam RKUHP?

Kabar Baru Jam 10

Most Popular / Trending