Bagikan:

IDAI: Lonjakan Kasus COVID-19, Jangan Dulu Izinkan Anak Kembali ke Sekolah

"Ketika buka sekolah, ada yang positif, kita minta dulu 1 anak yang positif maka 30 tracing harus kita lakukan. Baru kita berani buka sekolah sebetulnya, ya."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 30 Jun 2021 13:00 WIB

Author

Fadli Gaper

IDAI: Lonjakan Kasus COVID-19, Jangan Dulu Izinkan Anak Kembali ke Sekolah

Tenaga kesehatan memantau pasien COVID-19 melalui layar monitor televisi di salah satu rumah sakit. (Foto: Kementerian Kesehatan)

KBR, Jakarta - Tingginya angka kematian anak akibat COVID-19 di Indonesia diakibatkan sejumlah faktor. 

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan mengatakan layanan rumah sakit yang melebihi kapasitas pasien menjadi faktor utama kematian anak akibat virus korona.

Selain itu, masih terjadinya kesenjangan pelaksanaan testing PCR antar-daerah, dan kurangnya transparansi data terutama jumlah anak-anak yang terinfeksi COVID-19.

"Kalau ada sekolah yang buka, ternyata ada yang positif, apa yang akan kalian lakukan. Kalian tutup, lalu kalian biarkan mereka memitigasi sendiri kan? Ya, dengan cara mereka selesaikan saja sendiri dengan cara mereka. Saya pikir sih tidak begitu. Itu tanggung jawab kita semua. Ketika buka sekolah, ada yang positif, kita minta dulu 1 anak yang positif maka 30 tracing harus kita lakukan. Baru kita berani buka sekolah sebetulnya, ya," ujar Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan. 

Aman menyampaikan itu saat menjadi pembicara webinar bertajuk “Antisipasi Lonjakan Kasus Anak Terpapar Covid-19 dan Proyeksi Kesiapan Layanan Kesehatan” yang diselenggaraan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Rabu (30/6/2021).

Aman mengingatkan, untuk saat ini orang tua harus menerapkan protokol kesehatan lebih ekstra di lingkungan keluarga. Termasuk jangan dulu mengizinkan anak kembali ke sekolah, ke tempat-tempat umum atau kerumunan. Tujuannya agar terhindar dari transmisi COVID-19.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending