Share This

WWF: Dua Kali Raih Gelar National Earth Hour Capital, Jakarta Layak Dijadikan Panutan

"Upaya pengurangan emisi oleh pemerintah Jakarta saat ini sangat ditekankan pada sektor transportasi dan efisiensi energi di gedung-gedung pemerintah," kata perwakilan ICLEI Indonesia.

NUSANTARA

Rabu, 22 Jun 2016 11:11 WIB

Agus Lukman
Author

Agus Lukman

Bus Transjakarta melaju di Jl Sudirman, Tangerang, Banten, Senin (30/5). Pemerintah DKI terus berusaha menambah jumlah armada TransJakarta untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta – Ibukota Jakarta kembali meraih gelar sebagai National Earth Hour Capital dalam ajang Earth Hour City Challenge (EHCC) tahun 2016 yang diselenggarakan WWF.

WWF menilai Jakarta layak menjadi panutan bagi kota-kota lainnya di Indonesia dalam hal ambisi, upaya dan rencana kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

"WWF-Indonesia  mengapresiasi komitmen, ambisi dan upaya Jakarta untuk kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim”, kata Benja Victor Mambai, Pelaksana tugas CEO WWF-Indonesia, seperti dalam rilis yang diterima KBR. 

Kota Jakarta menjadi pemenang National Earth Hour Capital bersama dengan 16 kota lain di dunia, yaitu Belo Horizonte (Brazil), Boulder (Amerika), Chiangrai (Thailand), Edmonton (Kanada), Hue City (Vietnam), Lappeenranta (Finlandia), Montería (Kolombia), Murcia (Spanyol), Petaling Jaya (Malaysia), Quito (Ekuador), Rajkot (India), Santa Rosa (Filipina), Shenzhen (China), City of Singapore (Singapura), Tshwane (Afrika Selatan), dan Umeå (Swedia).

WWF menilai Jakarta memiliki komitmen tinggi terhadap pembangunan rendah karbon di sejumlah sektor yang signifikan, untuk mewujudkan perubahan menuju Jakarta sebagai kota berkelanjutan.

Sebagai ibukota negara, Jakarta dianggap sudah mendorong inovasi dan komitmen terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui sejumlah langkah pembaharuan. Diantaranya melalui pengembangan transportasi publik dan penerapan gedung ramah lingkungan (green building) melalui upaya efisiensi energi.

"Sebagai peraih gelar National Earth Hour Capital dua kali berturut-turut, Jakarta dapat menjadi inspirasi kota-kota lain di Indonesia untuk mewujudkan kota yang berkelanjutan. Bersama 124 kota lainnya di dunia, Jakarta  melalui upaya pengurangan emisi gas rumah kaca dan implementasi strategi pembangunan perkotaan yang berorientasi kemakmuran, kesejahteraan dan kesetaraan rakyat dan kelestarian lingkungan," kata Benja Victor Mambai.

Jakarta juga mendapat rekomendasi untuk memantapkan komitmennya dalam pengembangan pemanfaatan energi terbarukan dan penerapan efisiensi energi, penanganan emisi dari sektor industri dan transportasi dan implementasi Rencana Aksi Daerah untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK).

Sementara untuk tingkat global, gelar Global Earth Hour Capital tahun ini diraih Paris, Prancis. WWF menilai Paris memiliki ambisi jangka panjang dan visi yang menyeluruh, didukung dengan aksi yang nyata.

Komitmen Paris untuk menginspirasi, bekerjasama dan bertukar pengetahuan dengan kota-kota lain di dunia, dinilai terlihat jelas saat menjadi penyelenggara Konferensi Internasional Perubahan Iklim COP21 pada 2015 lalu.

Finalis bersama Bogor-Balikpapan

Sebelumnya, Jakarta bersama Bogor dan Balikpapan tahun ini menjadi kota-kota finalis dari Indonesia dalam Earth Hour City Challenge 2016. Ketiganya dipilih sebagai finalis di antara tiga kota lainnya yaitu Bandung, Surabaya dan Medan yang juga berpartisipasi dalam penghargaan EHCC tahun ini.

"Hasil dokumentasi yang dilakukan ICLEI, selama kurun waktu 2013-2015, Jakarta berhasil meningkatkan jumlah pengguna moda Bus Rapid Transit (Transjakarta) hingga 500 ribu penumpang per hari yang berhasil mengurangi emisi CO2 sebanyak 146.055 ton. Jakarta juga melakukan upaya-upaya efisiensi energi di sejumlah gedung pemerintah, pengurangan emisi yang dicapai sebesar 207.657 ton," kata Irvan Pulungan, perwakilan ICLEI Indonesia.

ICLEI merupakan lembaga internasional yang bergerak di bidang pengembangan kawasan perkotaan global.

"Secara umum upaya pengurangan emisi oleh pemerintah Jakarta saat ini sangat ditekankan pada sektor transportasi dan efisiensi energi di gedung-gedung pemerintah", ujarnya.

Earth Hour City Challenge 2016 merupakan kompetisi yang diikuti sebanyak 125 kota yang mewakili 21 negara. Kota-kota peserta EHCC dinilai dari tingkat ambisi dan inovasinya dalam mengembangkan solusi cerdas mengatasi perubahan iklim untuk mendorongkan pembangunan berkelanjutan. Para juri berasal dari para ahli dan praktisi di lembaga-lembaga internasional.

Pada 30 Juni 2016 mendatang, WWF juga akan mengumumkan pemenang kampanye global "We Love Cities" yang merupakan versi penghargaan publik dari Earth Hour City Challenge.

Pengumuman akan disampaikan melalui situs welovecities.org dan akun-akun media sosial Facebook, Instagram dan Twitter.

Kampanye We Love Cities mengajak penduduk dunia untuk menunjukkan dukungannya bagi kota-kota yang berkomitmen menjadi kota berkelanjutan melalui voting dan unggahan materi-materi di media sosial.

Hingga saat ini kampanye We Love Cities telah menjaring partisipasi sebanyak 230 ribu orang yang memilih kota-kota favorit mereka dari 46 kota yang ditampilkan dalam situs welovecities.org.
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.