Bagikan:

Tiga Desa di Banyuwangi Kembali Terendam Banjir

Banjir kali ini menurutnya tidak separah jika dibanding banjir pertama.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 27 Jun 2016 13:50 WIB

Tiga Desa di Banyuwangi Kembali Terendam Banjir

Ilustrasi. Banjir di Banyuwangi. Foto: KBR/Hermawan

KBR, Banyuwangi- Hujan lebat yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, pada hari Minggu malam (26/6/2016) membuat sejumlah desa di Kecamatan Muncar, Banyuwang kembali terendam banjir. Tiga desa itu di antaranya, Desa Ringinputih, Tembokrejo dan Kedungrejo.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Kusiadi mengatakan, banjir datang sekitar pukul 06.00 wib, akibat meluapnya sungai Wagud yang melintasi 3 desa tersebut. Banjir kali ini menurutnya tidak separah jika dibanding banjir pertama. Ketinggian air mencapai 20 - 50 cm.

“Tadi yang ada di Desa Tembokrejo di Dusun kerajan, teman- teman BPBD disana juga, untuk mengantisipasi mungkin ada masyarakat yang perlu pertolongan. Terbilang masih normal. Laporan tidak ada korban jiwa? Tidak ada,”kata Kusiadi (27/6/2016)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Kusiadi menambahkan, sejauh ini belum ada laporan kerusakan ataupun korban jiwa akibat peristiwa banjir. Hanya saja, banjir kemungkinan menimbulkan kerugian pada sektor pertanian, karena lahan tanaman warga terendam banjir.

“Meski tidak ada korban jiwa, BPBD Banyuwangi tetap melakukan pengecekan ke lokasi banjir. Selain itu peralatan evakuasi tetap disiagakan, untuk mengantisipasi kemungkinan ada banjir susulan,” ujarnya. Apalagi sejak pagi sebagian wilayah Banyuwangi terus diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Sebelumny pada Jumat (24/6/2016) lalu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur menetapkan status siaga satu bencana banjir, longsor dan angin puting beliung. Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharram menjelaskan penetapan status itu menyusul meningkatnya frekuensi bencana di sejumlah daerah di Banyuwangi, pada peralihan musim saat ini.

”Sudah mendapatkan peringatan dini dari BMKG, sudah kita sosialisasikan ke masyarakat. Jadi sekarang kita siaga satu menghadapi potensi ancaman bencana sekarang ini,” kata Eka Muharram, Jumat (24/6/2016)

Banjir, tanah longsor dan puting beliung mulai melanda beberapa wilayah di Banyuwangi sejak awal bulan Juni. BPBD mencatat sedikitnya ada puluhan titik rawan bencana banjir yang tersebar di 24 kecamatan.  Selain banjir, sejumlah wilayah di Banyuwangi juga rawan bencana tanah longsor serta puting beliung dengan jumlah titik rawan mencapai 8 titik.

Eka berujar, “BPBD telah menyiapkan posko bencana, personel yang melibatkan seluruh instansi terkait, termasuk kesiapan stok logistik pangan dan kesehatan.

Selain itu, kata dia, BPBD Banyuwangi juga telah memasang peralatan pendeteksi bencana banjir (early warning sistem) di sejulah titik di Banyuwangi.

Kabupaten Banyuwangi  termasuk dalam 22 daerah rawan bencana yang ditetapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur. (MLK)


Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih