Soal Pemerasan, PGI: Gereja Harus Lapor Polisi!

PGI siap mendampingi pihak gereja jika ingin melapor ke polisi.

, BERITA , NASIONAL

Minggu, 05 Jun 2016 19:27 WIB

Author

Eli Kamilah & Widya Angga

Soal Pemerasan, PGI: Gereja Harus Lapor Polisi!

Ilustrasi kehidupana agama di Indonesia. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) mendorong gereja-gereja di Jawa Barat yang mengalami pemerasan oleh ormas keagamaan melaporkan ke kepolisian. Juru bicara PGI, Jerry Sumampouw mengatakan, pihaknya siap mendampingi pihak gereja jika mereka mengambil keputusan tersebut.

"Kita bisa menyarankan, tetapi keputusan ada di gereja. Kita melakukan dialog,kita memberi saran dan lain-lain. Tetapi keputusannya ada di mereka. Tetapi tidak semua gereja bisa seperti mereka, HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin. Jika mereka memutuskan tidak menindaklanjuti itu secara hukum, ya kita tidak bisa bikin apa-apa. Contoh dua gereja itu sampai sekarang masih kita dampingi," kata Jerry kepada KBR, Minggu (5/6/2016).

Kasus pemerasan terhadap gereja, kata dia sudah terjadi sejak lama. "Itu sudah lama, itu memang macam-macam, itu uang keamanan, itu lingkungan, supaya mereka tidak diganggu adalah uang yang diberikan kepada kelompok tertentu di daerah mereka masing-masing," ujarnya.

Sementara itu menurut sumber KBR, seorang pendeta di Bandung mengaku pernah dimintai sejumlah uang oleh organisasi yang menolak keberadaan gerejanya. Ia menyebut uang yang diminta tersebut sebagai uang penyelesaian dari penolakan yang selama ini diterima pihak gereja. 

Namun pendeta tersebut tak memberikan uang yang diminta meski beresiko kembali menerima aksi penolakan. Kata dia, pihaknya tak ingin menjadi mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang terus dimintai uang jika menuruti permintaan tersebut.  

"Lalu dia tawarkan begitu, dia kasih surat bahwa ormas-ormas ini semua sudah setuju akan keberadaan kita. Jadi kalau dia keluarkan surat ini kita bayar 200 juta dan masalah selesai, begitu menurut dia. Tapi kita rasa tidak ada jaminan juga nanti kalau begitu dan kita rasa 200 juta itu tidak rasional. Jadi kita bilang ini pemerasan. Karena saya bilang itu pemerasan malah dia marah. Tunggu nanti saatnya gerakan kami makin besar. Katanya gitu," kata dia kepada KBR (5/6/2016).

Pendeta itu menambahkan, organisasi intoleran itu terus menolak keberadaan mereka meski gereja telah memiliki IMB. 

Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut ada pemerasan terhadap gereja-gereja di Jawa Barat yang dilakukan organisasi masyarakat keagamaan. Ketua Komnas HAM, Imdadun Rahmat mengatakan, Pemerasan berkisar antara tujuh puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. Meski demikian, kata dia, pemerasan tersebut sulit dibuktikan, sehingga membuat pihak gereja tak melapor ke polisi. 

Karena itu, kata dia, pihaknya meminta polisi aktif menyelidiki pemerasan tersebut dan menindak pelakunya. 

"Ada gereja-gereja ini kan tidak bisa melakukan aktivitas secara leluasa karena mereka belum memenuhi persyaratan untuk mendapatkan IMB, nah itu dijadikan kesempatan kelompok intoleran untuk mendemo meminta gereja disegel, aktivitas keagamaannya dihentikan. Nah kemudian kelompok ini tawar menawar kalau mau aman ya bayar uang," ujar Imdadun kepada KBR (5/6/2016).

Imdadun menyebut setidaknya ada 4 gereja di daerah Bandung yang mengalami kasus pemerasan serupa meski ia tak menyebut nama gereja serta kelompok keagamaan yang dimaksud demi alasan keamanan. 

Editor: Sasmito

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Didesak Cabut Izin Perusahaan Pembakar Lahan