Perusahaan Sawit 'Grup Sinar Mas' Tolak Tanggapi Permintaan Orang Rimba Jambi

Perusahaan kebun sawit PT Bahana Karya Semesta tidak ingin berpolemik lebih lanjut terkait konflik dengan Orang Rimba.

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Rabu, 08 Jun 2016 12:10 WIB

Author

Sasmito

Perusahaan Sawit 'Grup Sinar Mas' Tolak Tanggapi Permintaan Orang Rimba Jambi

Presiden Jokowi saat menemui Orang Rimba di Kabupaten Sarolangun Jambi, 30 Oktober 2015. (Foto: ksp.go.id)

KBR, Jakarta - Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Bahana Karya Semesta (PT BKS) belum mau menanggapi usulan pertemuan kembali dengan Orang Rimba untuk menyelesaikan konflik mereka.

Anak perusahaan Sinar Mas Grup itu terlibat konflik dengan warga Orang Rimba atau Suku Anak Dalam di Kabupaten Sarolangun Jambi. Dampaknya, terjadi bentrokan pada pekan lalu, hingga warga Orang Rimba diusir tidak boleh lagi masuk ke area lahan yang sudah bertahun-tahun ditempati Orang Rimba.

Ketika dihubungi KBR, perwakilan PT BKS yang tidak mau disebut namanya mengatakan mereka tidak ingin berpolemik lebih lanjut terkait konflik tersebut.

Meski demikian, perwakilan PT BKS menuturkan, pihaknya kini sedang melakukan penelusuran lebih lanjut terkait bentrok pekan lalu.

Sebelumnya, LSM Komunitas Konservasi Indonesia KKI Warsi mengusulkan adanya pertemuan kembali antara Orang Rimba dengan perusahaan kelapa sawit PT Bahana Karya Semesta untuk menyelesaikan konflik mereka.

LSM KKI Warsi merupakan pendamping masyarakat adat Suku Anak Dalam.

Koordinator Divisi Komunikasi KKI Warsi, Sukma Reni menyebut perjanjian damai yang sudah dibuat pada akhir pekan lalu berlangsung sepihak dan tanpa melibatkan Orang Rimba.

Sukma Reni mengatakan pembakaran rumah, kain, benda pusaka dan persembahan kepada Dewa merupakan pantangan adat bagi Orang Rimba. Namun, kerugian tersebut tidak masuk dalam perjanjian damai sepihak sebelumnya.

Sukma mengatakan, yang diinginkan Orang Rimba adalah kesepakatan damai yang melibatkan mereka beserta perusahaan dengan dimediasi oleh pemerintah.

Koordinator Divisi Komunikasi dari LSM KKI Warsi Sukma Reni menambahkan, saat ini Kaum Induk Orang Rimba yang melihat langsung waktu pembakaran dan penyiksaan anggota keluarganya masih mengalami ketakutan dan trauma.

Mereka kini terpaksa mengungsi ke dalam hutan berjarak 10 kilometer dari lokasi. Hingga sekarang, belum ada pihak pemerintah yang mengunjungi mereka.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme