Penunjukan Tito Timbulkan Konflik, Kapolri Badrodin Haiti Kumpulkan Petinggi Polri

Kapolri Badrodin Haiti akan mengumpulkan seluruh petinggi Polri pada Senin (20/6/2016). Hal ini untuk mengantisipasi konflik internal pasca Presiden Jokowi menunjuk Tito Karnavian sebagai Kapolri.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 17 Jun 2016 12:15 WIB

Author

Gilang Ramadhan

Penunjukan Tito Timbulkan Konflik, Kapolri Badrodin Haiti Kumpulkan Petinggi Polri

Kapolri Badrodin Haiti saat diwawancara KBR mengenai konflik Polri-KPK. Foto: KBR

KBR, Jakarta - Kapolri Badrodin Haiti akan mengumpulkan seluruh petinggi Polri pada Senin (20/6/2016). Hal ini untuk mengantisipasi konflik internal pasca Presiden Jokowi menunjuk Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri.

"Nanti hari Senin kita laksanakan rapat. Semua staf Mabes Polri akan dikumpulkan. Kita akan jelaskan. Nah sebelum itu kan sudah (bertemu-red) Wanjakti, saya sampaikan siapapun yang dipilih oleh Presiden tentu kita semua harus mendukung dan itu komitmen kita," kata Badrodin di Kampus Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jumat (17/06/16).

Badrodin memastikan Tito dapat bersikap tegas walaupun jajarannya di Polri merupakan senior di Akademi Kepolisian. Hal itu dapat dilihat ketika Tito menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Badrodin mengatakan, Tito bisa menjalankan tugasnya dengan baik walaupun banyak stafnya yang sudah senior.

"Di Polda Metro gambarannya, Wakapoldanya senior, Ir-nya senior, kira-kira bisa gak? Bisa kan? Jadi jangan meragukan, anda sudah melihat hasilnya," jelas Badrodin.

Badrodin berpesan kepada Tito agar membenahi internal Polri lebih baik lagi. Kemudian Tito harus siap menghadapi berbagai tantangan kedepan bagi Polri. Diantaranya radikalisme, terorisme, masalah toleransi dan konflik sosial termasuk kejahatan yang makin marak.

"Di internal juga ada rekrutmen, pembinaan personil, kemudian dalam masalah efisiensi anggaran, semua harus bisa dipenuhi," ujar Badrodin. (qui) 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Upaya Muslimah Bercadar Kikis Stigma (Bag 1)

Kabar Baru Jam 8

Menyoal Jaminan Kebebasan Warga, Apapun Agamanya

Kabar Baru Jam 10