Menlu: Penyandera WNI Terus Berpindah di Sekitar Pulau Jolo

"Saat ini mereka sudah berada di dalam satu kelompok. Namun kadang-kadang mereka dipindahkan dan dipecah (lagi) dalam dua kelompok," kata Menlu Retno Marsudi.

, BERITA , NASIONAL

Selasa, 28 Jun 2016 14:46 WIB

Author

Ninik Yuniati

Menlu: Penyandera WNI Terus Berpindah di Sekitar Pulau Jolo

Menlu Retno Marsudi. (Foto: Yulius Martoni/KBR)

KBR, Jakarta - Kementerian Luar Negeri memastikan kondisi tujuh warga Indonesia yang menjadi korban penyanderaan di Filipina dalam kondisi baik.

Tujuh WNI itu adalah anak buah kapal (ABK) Tugboat Charles, dari perusahaan pelayaran PT Rusianto Bersaudara yang bermarkas di Samarinda, Kalimantan Timur.

Kapal TB Charles yang diawaki 13 orang, dibajak kelompok bersenjata di dekat perairan Laut Jolo, Filipina, 21 Juni lalu. Selanjutnya, tujuh orang diambil dan diangkut ke perahu pembajak. Sedangkan, kapal TB Charles beserta enam ABK dilepas pulang ke Kalimantan Timur.

Baca: Penyandera WNI Minta Tebusan 200 Juta Peso

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, penculik terkadang memecah sandera menjadi dua kelompok, dan kadang-kadang menggabungkan dalam satu kelompok.

Retno mengatakan diperkirakan tujuh sandera berada di sekitar Pulau Jolo. Retno mengatakan pemerintah telah menyampaikan informasi terbaru tersebut kepada pihak keluarga.

"Sandera diambil oleh dua kelompok yang berbeda. Namun dalam perkembangannya dan berdasarkan informasi yang kita peroleh, saat ini mereka sudah berada di dalam satu kelompok. Namun kadang-kadang mereka dipindahkan dan dipecah (lagi) dalam dua kelompok. Mereka masih terus berpindah, dan diperkirakan masih di sekitar Pulau Jolo," kata Retno di kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta, Selasa (28/6/2016).

Menlu Retno Marsudi menambahkan, TNI AL sudah menggali informasi dari enam orang ABK TB Charles yang dilepaskan oleh penyandera. Dari keterangan yang diperoleh pihak TNI AL, pada hari sabtu tgl 18 Juni 2016, TB. Charles berangkat dari Philipina Cagayan De Oro Port menuju ke Samarinda dengan 13 orang ABK.

Diperoleh informasi tentang rute kapal yakni dari Togoloan, Mindanao Filipina ke Samarinda, Kalimantan Timur.

Dalam perjalanan, pada 21 Juni 2016, pukul 11.30 siang di perairan laut Jolo, kapal TB Charles dibajak. Pelaku pembajakan menggunakan dua perahu.

Selain itu, para ABK menyebutkan bahwa sandera diambil dua kali oleh dua kelompok yang menggunakan senjata.

"Sandera pertama diambil tiga orang, lalu (penculik mengambil lagi) sandera kedua empat orang. Pelaku penyanderaan yang pertama itu antara lima atau enam orang, kemudian penyanderaan kedua antara delapan sampai 10 orang. Semua bersenjata," kata Retno Marsudi.

Retno memastikan keenam ABK WNI yang dilepas itu sudah kembali ke keluarga masing-masing.

Editor: Agus Luqman

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Kontras Surabaya Desak Polisi Tangkap Pelaku Rasisme di Asrama Mahasiswa Papua