Bagikan:

BPOM Padang Temukan Makanan Berbuka Mengandung Zat Berbahaya

"Itu dia tidak tahu itu Rhodamin B. Ya masih kita temukan, tapi tidak begitu banyak boraks pada rumput laut."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 10 Jun 2016 18:34 WIB

Author

Zulia Yandani

BPOM Padang Temukan Makanan Berbuka Mengandung Zat Berbahaya

BPOM memeriksa makanan berbuka puasa di pasar Lubuk Buaya Padang, Sumbar. (Foto: Antara)

KBR, Padang- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang menemukan makanan berbuka puasa yang mengandung bahan berbahaya Rhodamine B di tiga kota di Sumatera Barat. Pasar   yang ditemukan menjual makanan  mengandung rhodamine B tersebut di antaranya berada di  di Kota Padang, Kota Payakumbuh, dan Kota Solok.

Kepala BPOM Padang, Zulkifli mengatakan awalnya pengujian diawali dari pasar   di sejumlah kecamatan di kota Padang. Hasil pengujian rapid test atau pengujian cepat ditemukan positif mengandung Rhodamine B pada cendol delima yang berwarna merah jambu muda.

"Masih adanya, apakah ini ketidaktahuan? Contohnya kasus yang sekarang. Ini bukan yang membuat cendol, tapi dia beli di pasar. Artinya ketika dia membeli cendol delima   itu dia tidak tahu itu Rhodamin B. Ya masih kita temukan, tapi tidak begitu banyak boraks pada rumput laut." Urai Kepala BPOM Padang, Zulkifli , Jumat (10/06).



Usai melakukan pengujian di seluruh kecamatan di kota Padang, BPOM menguji makanan berbuka puasa di luar Kota Padang, yaitu di Kota Payakumbuh dan Kota Solok. Lagi lagi, di dua kota ini, BPOM menemukan positif Rhodamine B, zat berbahaya pewarna tekstil, pada cendol delima. Jika masyarakat mengkonsumsi makanan mengandung bahan rhodamine B ini bisa berdampak jangka panjang seperti kanker, kerusakan hati dan ginjal.  

BPOM juga melakukan pengujian lebih detail di Laboratorium kepada jenis kerupuk ikan palembang dan rumput laut, yang diduga mengandung boraks, zat berbahaya untuk pembersih dan pengawet kayu.
 


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 7

Potret Media Alternatif di Tengah Ancaman KUHP Baru (Bag.1)

Kabar Baru Jam 8

Pengasuhan Gotong-Royong

Perubahan Iklim Bawa Bahaya Lebih bagi Perempuan dan Anak

Most Popular / Trending