Bentrok Warga-Polisi, ORNOP Bengkulu: Warga Trauma Dampak Tambang Sebelumnya

Kerusakan tanah telah terjadi di desa Kota Nyiur yang terletak tak jauh dari lokasi tambang yang ditolak.

BERITA | NUSANTARA

Minggu, 12 Jun 2016 20:09 WIB

Author

Wydia Angga

Bentrok Warga-Polisi, ORNOP Bengkulu: Warga Trauma Dampak Tambang Sebelumnya

Ilusttasi aktivitas tambang. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Koordinator Posko Organisasi Non Pemerintah (ORNOP) Bengkulu, Fery Padli menyebut warga Kecamatan Merigi Kelindang Bengkulu Tengah trauma dengan beberapa dampak tambang di sekitar mereka. Pasalnya, kata Fery kerusakan tanah telah terjadi di desa Kota Nyiur yang terletak tak jauh dari lokasi tambang yang ditolak. 

Itulah yang menjadi latar belakang masyarakat menolak tambang PT Cipta Buana Seraya di sana dan berbuntut bentrok dengan aparat kemarin.

"Seperti di Bengkulu Tengah ada Desa Kota Nyiur yang sudah ada tambang Underground dan sekarang kondisinya sudah rusak. Jadi masyarakat khawatir ini terjadi di desa mereka. (rusak itu seperti apa?) Sudah retak-retak tanahnya," ungkap Fery kepada KBR, Minggu (12/6/2016).

Fery menambahkan, di Desa Susup bahkan pernah ada seorang anak yang meninggal tercebur di lubang tambang yang tidak direklamasi. Karenanya masyarakat di sana akan terus melakukan penolakan tambang batu bara itu. 

Sejumlah warga tertembak saat melakukan demo tolak tambang di lokasi PT CBS sekira pukul 10.00 WIB, akhir pekan lalu. Menurut Fery, sejauh ini diketahui 9 warga tertembak peluru karet aparat.

Mereka adalah Marta (kondisi masih kritis di rumah sakit karena luka tembak menembus perut), Indra Jaya (luka paha kiri), Dahir (luka punggung belakang), Put (cidera sendi paha kanan), Jaya (luka kaki kanan), Saiful (luka dada kiri), Yudi (luka serius), Alimuan (luka serius), Badrin (luka serius) serta 1 orang mengalami luka memar akibat dipukul bernama Ade. ORNOP Bengkulu, kata Fery berencana akan memberi pendampingan hukum untuk masyarakat dalam melanjutkan aksi penolakan tambang tersebut.

"Kita juga mengantisipasi masyarakat dikriminalisasi kan, tokoh-tokoh masyarakat di situ kan. Biasanya seperti ini rawan dikriminalisasi, ditangkap," pungkasnya. 

Sementara dari pihak polisi, satu orang mengalami luka sabetan senjata tajam yang dibawa pengunjuk rasa. Polisi Bengkulu memastikan akan ada proses hukum lanjutan pasca kerusuhan kemarin.  

Editor: Sasmito

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Di Bawah UU Baru KPK

Pengaruh Narkoba dan Kerusakan yang Ditimbulkan

PascaOTT, KPK Segel Ruangan di Kantor Wali Kota Medan

Kabar Baru Jam 8