Tekan Harga, Pemda NTT Diminta Gelar Operasi Pasar

Khawatir pedagang menaikkan harga.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 19 Jun 2015 10:57 WIB

Author

Silver Sega

Operasi pasar (ilustrasi)

Operasi pasar (ilustrasi)

KBR, Kupang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Timur meminta pemerintah daerah segera menggelar operasi pasar. 

Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno beralasan, ini perlu untuk mengetahui ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat selama Ramadhan, sekaligus mengontrol harga kebutuhan pokok. Ia khawatir para pedagang menaikkan harga bahan pokok. 

"Dalam rangka bulan suci Ramadhan dan untuk memastikan tersedianya kebutuhan pokok masyarakat baik untuk umat Islam yang menjalankan ibadah puasa maupun umat beragama lainnya, kami mohon kepada pemerintah terutama dinas terkait atau badan untuk melakukan operasi pasar. Operasi pasar untuk mengecek ketersediaan bahan-bahan pokok pangan dan kebutuhan masyarakat dalam ibadah puasa ramadhan sekaligus juga menyongsong Idul Fitri," kata Anwar Pua Geno di Kupang Jumat (19/6/2015).

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTT berencana menggelar pasar murah selama dua pekan menjelang hari raya Idul Fitri. 

Kepala Disperindag NTT, Bruno Kupok mengatakan kegiatan itu untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok murah jelang Lebaran. Pasar murah akan digelar di beberapa kota di NTT dengan menggandeng distributor penyalur bahan kebutuhan pokok. Pemerintah bakal menyiapkan sekitar 4.500 paket bahan kebutuhan pokok. Setiap paket terdiri atas terigu, gula pasir, mentega dan minyak goreng. 

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja