Kasus Angeline, Komisi Anak DPR Bahas Prosedur Adopsi

Menurut dia, aturan adopsi saat ini masih belum menjamin keselamatan anak, sehingga kasus adopsi ilegal semacam Angeline rentan terjadi.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 12 Jun 2015 07:42 WIB

Author

Rio Tuasikal

Kasus Angeline, Komisi Anak DPR Bahas Prosedur Adopsi

Rumah ibu angkat Angeline di Bali. ANTARA FOTO

KBR, Jakarta - Anggota Komisi Perlindungan Anak DPR, Maman Imanulhaq akan membahas revisi terhadap UU Perkawinan yang mengatur soal perwalian, juga adopsi. Ini dilakukan setelah kasus pembunuhan terhadap anak berusia delapan tahun, Angeline terungkap.

"Angeline itu korban illegal adoption. Maka pasal perwalian di UU Perkawinan dan pasal adopsi harus direvisi," tegas Maman di sela-sela Aksi 1000 Lilin untuk Angeline, di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (11/6/2015) malam.

Menurut dia, aturan adopsi saat ini masih belum menjamin keselamatan anak, sehingga kasus adopsi ilegal semacam Angeline rentan terjadi. Dia mengatakan, PKB akan mendorong revisi tersebut di Komisi VIII.

"Sehingga anak itu jelas. Ketika dia pindah pengasuhan, orang yang mengasuhnya harus bisa melindungi, menyayangi, dan memberikan yang terbaik," ujarnya.

Kemarin malam di Jakarta, seratusan orang menggelar Aksi 1000 Lilin dan tabur bunga. Acara ini didedikasikan untuk Angeline, bocah delapan tahun yang ditemukan tewas di Bali, juga anak-anak korban kekerasan lainnya. Dalam kesempatan itu, mereka mengutuk kekerasan terhadap anak.




Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 7

Ragam Bisnis Sustainable Fashion

Kabar Baru Jam 8

Akses Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas termasuk Orang dengan Kusta