JK Tolak Usulan Dana Aspirasi DPR

Presiden Jusuf Kalla menolak usulan DPR yang meminta dana aspirasi hingga Rp 11,2 triliun atau sekitar Rp 20 miliar per anggota.

, BERITA , NASIONAL

Rabu, 10 Jun 2015 12:31 WIB

Author

Aisyah Khairunnisa

JK Tolak Usulan Dana Aspirasi DPR

Wakil Presiden RI Jususf Kalla. (Danny Setiawan/KBR)

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menolak usulan DPR yang meminta dana aspirasi hingga Rp 11,2 triliun atau sekitar Rp 20 miliar per anggota. Menurut JK, pengalokasian anggaran dalam APBN setiap tahunnya sudah merupakan bentuk aspirasi DPR. Jika para anggota ingin mendapat dana aspirasi untuk daerahnya, JK meminta agar usul itu dimasukkan dalam proyek pemerintah.

"Semua itu (di APBN adalah) aspirasi DPR. Ada enggak di luar aspirasi DPR yang 2000 triliun? Kan semua aspirasi DPR. Kan semua dibahas, semua dibicarakan dengan pemerintah. Itu aspirasi," kata JK di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Rabu (10/6/2015).

JK menambahkan jika dana aspirasi DPR disetujui, dirinya khawatir ke depan tiap lembaga atau pemda akan ikut mengajukan dana aspirasi.

"Aspirasi itu dimasukkan ke proyek yang ada. Katakanlah aspirasinya bikin jalan, ya tunjuklah di mana jalan yang baik itu. Tetap aspirasi. Walaupun daerahnya daerah pertanian, ya perjuangkanlah agar ada pertanian atau pusat penelitian atau peningkatan di tempat itu," kata pria asal Makassar ini.

Sebelumnya Badan Anggaran DPR RI meminta dana aspirasi daerah pemilihan sebesar Rp 20 miliar per anggota dalam Rancangan APBN 2016. Menurut Ketua DPR Setya Novanto, dana ini bagian dari kewajiban anggota DPR yang menampung aspirasi dan melakukan program di daerah. DPR menyatakan bahwa uang itu nantinya akan langsung diberikan ke pemda dan tidak dipegang anggota DPR.



Editor: Quinawaty Pasaribu 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Amandemen UUD 1945