Jenazah Angeline Dibawa ke Banyuwangi, KPAI: Penyidik Akan Kesulitan

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Arist Merdeka Sirait mengatakan, penyidik bakal kesulitan jika jenazah Angeline dibawa ke Banyuwangi dan sudah dikubur.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 12 Jun 2015 10:10 WIB

Author

Yulius Martony

Jenazah Angeline Dibawa ke Banyuwangi, KPAI: Penyidik Akan Kesulitan

Ketua Komnas PA, Ariest Merdeka Sirait menjenguk jenazah Angeline di RSUP Sanglah, Denpasar. (Yulius/KBR)

KBR, Bali - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) meminta jenazah Angeline tidak dibawa ke Banyuwangi karena proses penyidikan belum selesai.

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait mengatakan, penyidik bakal kesulitan jika jenazah Angeline dibawa ke Banyuwangi dan sudah dikubur.

Arist bersama tim Komnas PA pun melihat jenazah Angeline di kamar mayat RSUP Sanglah. Ia mengaku prihatin melihat jenazah Angeline dengan banyaknya luka.

"Saya meminta kepolisian untuk tidak melepas orang-orang yang ada di sekitar korban. Saya meminta agar kepolisian memeriksa secara intensif termasuk kakak angkat dan ibu angkatnya," kata Arist.

Kata dia, Komnas PA akan membantu proses penyidikan yang berkeadilan dengan tidak terfokus pada satu orang tersangka. Sebab ia menilai ada konspirasi kejahatan dalam kasus Angeline.

Hari ini tim labfor memeriksa DNA kedua orang tua kandung Angeline guna memastikan jenazah Angeline diserahkan kepada orang yang tepat.

Dua mobil ambulance dari rumah sakit umum daerah Blambangan, Banyuwangi sudah bersiaga di Rumah Sakit Sanglah guna membawa Angeline ke Banyuwangi.



Editor: Quinawaty Pasaribu 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 7

Ragam Bisnis Sustainable Fashion

Kabar Baru Jam 8

Akses Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas termasuk Orang dengan Kusta