Depresi, Ibu Kandung A yang Tewas di Bali, Mendapat Pendampingan

Siti Sapurah dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar akan dampingi kasus Angeline.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 10 Jun 2015 19:43 WIB

Author

Yulius Martony

Tim dari P2TP2A berikan perlindungan terhadap ibu kandung Angeline yang depresi. Foto KBR: Yulius Ma

Tim dari P2TP2A berikan perlindungan terhadap ibu kandung Angeline yang depresi. Foto KBR: Yulius Martony

KBR, Bali- Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar bakal mendampingi ibu kandung A, bocah yang tewas setelah dikabarkan hilang sejak pertengahan bulan lalu. Siti Sapuran dari

P2TP2A mengatakan Amidah orang tua kandung A yang menunggui jenazah korban, dibawa ke rumah aman WCC Denpasar karena terlihat depresi. Lanjutnya kata dia, kepolisian menyebut telah terjadi tindak kekerasan, berdasar keterangan As, tukang kebun di rumah tempat jasad A dikubur.

"Dari awal saya curigai anak ini menjadi korban kekerasan. Ternyata pengakuan As, baru seminggu kerja di sana dia melakukan pemerkosaan setiap hari. Itu hasil pemeriksaan Kapolresta Denpasar," ujarnya, Rabu (10/6).

Siti Sapuran menambahkan, berdasar keterangan polisi, As juga diperintahkan M, orang tua angkat korban, untuk menggali lubang menguburkan  A.

Sementara itu kepolisian saat ini sudah meminta keterangan 7 orang terkait kasus ini di Polres Denpasar.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ragam Bisnis Sustainable Fashion

Kabar Baru Jam 8