Korban HAM: Tolak Rencana Prabowo Mempahlawankan Soeharto

KBR, Jakarta - Gerakan Melawan Lupa (GML) yang beranggotakan para korban hak asasi manusia menolak rencana penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional.

NASIONAL

Kamis, 12 Jun 2014 21:31 WIB

Author

Rio Tuasikal

Korban HAM: Tolak Rencana Prabowo Mempahlawankan Soeharto

ham, prabowo, soeharto


KBR, Jakarta - Gerakan Melawan Lupa (GML) yang beranggotakan para korban hak asasi manusia menolak rencana penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional. Rencana ini sebelumnya dilontarkan Prabowo Subianto. Hal ini mereka sampaikan dalam aksi Kamisan yang diadakan di Istana Merdeka, Jakarta dan aksi di Mahkamah Konstitusi, Kamis (12/6) hari ini. 


Aktivis GML Novridaniar Dinis mengatakan bekas Presiden Soeharto punya dosa politik dan hukum yang belum diselesaikan. Gagasan Prabowo itu dianggap tidak memikirkan perasaan korban pelanggaran HAM berat. Lagipula pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan akan mengembalikan Orde Baru yang otoriter. 


"Untuk itu, upaya atau janji politik menjadikan Soeharto pahlawan nasional adalah upaya terselubung pemutihan terhadap segala kejahatan negara yang pernah terjadi," kata Dinis saat berorasi berasam Gerakan Melawan Lupa, di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (12/6) siang.


Dinis menambahkan Soeharto dicatat melakukan pelanggaran HAM dan pelanggaran HAM berat selama 32 tahun berkuasa. Kasus itu antara lain pembantaian orang yang diduga komunis, kasus 1965-1966, penembakan misterius 1981-1984, penculikan aktivis demokrasi 1998, Trisakti 1998, Kerusuhan Mei 1998, serta pembunuhan aktivis buruh Marsinah dan wartawan Udin. Soeharto juga dicatat melanggar hak ekonomi dan budaya warga lewat perampasan tanah warga adat selama dia berkuasa. Soeharto diduga melakukan korupsi sebesar 35 milyar dollar AS melalui 7 lembaga. 


Sebelumnya, Capres dari koalisi Gerindra, Prabowo Subianto, mengatakan akan memberikan status pahlawan nasional kepada bekas presiden Soeharto. Hal itu Prabowo ungkapkan di Rapimnas Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI dan Polri, Selasa (3/6).



Editor: Luviana 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ramai-ramai Mudik Dini

Ramadan (Masih) dalam Pandemi Covid-19

Kabar Baru Jam 8

Disability Right Fund (DRF) Mitra Disability People Organisation (DPO)