PP Muhammadiyah: Idulfitri Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Oman Fathurrahman menjelaskan, penentuan tanggal 1 Syawal didasarkan pada perhitungan hisab hakiki dengan kriteria wujudul hilal.

BERITA | NASIONAL

Senin, 10 Mei 2021 11:21 WIB

Author

Fadli Gaper

PP Muhammadiyah: Idulfitri Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengumumkan, Idulfitri 1 Syawal 1442 Hijriah jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021. Keputusan PP Muhammadiyah itu antara lain berdasarkan pedoman hisab yang digunakan Majelis Tarjih dan Tajdid.

Keputusan PP Muhammadiyah itu tertuang pula dalam Maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2021 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1442 Hijriah.

"Di mana Muhammadiyah berdasarkan pedoman hisab yang dipakai oleh Majelis Tarjih dan Tajdid telah menetapkan puasa Ramadan itu berlangsung selama 30 hari sehingga Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriyah jatuh pada hari Kamis tanggal 13 Mei 2021," ujar Haedar Nashir dalam siaran pers daring (10/5/2021) di Youtube kanal tvMu.

Haedar mengingatkan agar umat muslim memanfaatkan sisa waktu bulan suci Ramadan dengan meningkatkan peribadatan.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Oman Fathurrahman menjelaskan, penentuan tanggal 1 Syawal didasarkan pada perhitungan hisab hakiki dengan kriteria wujudul hilal.

"Seperti biasanya yang dipedomani oleh Muhammadiyah, untuk menentukan tanggal-tanggal 1 qomariah, bukan hanya Idulfitri, didasarkan kepada perhitungan hisab hakiki dengan kriteria wujudul hilal, termasuk juga yang untuk 1 Syawal ini," ujar Oman Fathurrahman.

Sementara itu, Kementerian Agama rencananya baru akan menggelar sidang isbat atau penetapan awal bulan Syawal 1442 Hijriah pada Selasa (11/5/2021) esok. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dijadwalkan akan memimpin langsung acara tersebut.

Sidang isbat dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan, sebab situasi masih pandemi Covid-19. Karena itu, tidak semua perwakilan hadir secara fisik di kantor Kementerian Agama.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Tingginya Kasus Positif COVID-19 pada Anak

Cegah Krisis Pangan di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 8

Covid-19, IDAI Ungkap Kematian Anak Capai Ribuan Perminggu