Petugas Pemilu Meninggal, Ini Kata Menkes

"Kami lakukan audit medis dalam hal ini kami dapat data lengkap."

NASIONAL

Kamis, 09 Mei 2019 08:45 WIB

Author

Farid Hidayat

Petugas Pemilu Meninggal, Ini Kata Menkes

Tim Dokter Kesehatan (Dokkes) Polres Lhokseumawe memeriksa petugas Pemilu 2019 di kantor Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Aceh, Rabu (24/4/2019). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta-  Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan petugas  Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)  meninggal bukan hanya karena kelelahan, tetapi juga disebabkan seperti jantung, liver, stroke, gagal pernafasan dan infeksi otak.  Menteri Kesehatan, Nila  F Moeloek mengatakan,  data tersebut  dari dinas kesehatan di masing-masing provinsi untuk mencari tahu penyebab meninggalnya  petugas pemilu.

Kemenkes baru mendapatkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

"Tentu setelah buat surat edar, kami meminta laporan kepala Dinas Kesehatan. Kami lakukan audit medis dalam hal ini kami dapat data lengkap. Untuk hari ini yaitu berasal dari data  DKI Jakarta yang meninggal dunia 18 orang yang sakit 2.641," kata Menteri Kesehatan, Nila, F Moeloek di Kantor KPU RI, Kamis (08/05).

Nila melanjutkan, berdasarkan data dinas kesehatan DKI Jakarta mayoritas petugas yang meninggal berusia di atas 50 tahun.  DKI Jakarta dari 18 yang meninggal, 2   usia 70, 5  usia 60-69 dan 8 usia 50-59. 

Dari data DKI Jakarta dibandingkan tahun sebelumnya dilihat dalam grafik bahwa pola kematian petugas KPPS tidak lebih tinggi dibandingkan dengan kurun waktu yang sama di 2017 dan 2018. Artinya pada minggu pertama pemilu tidak lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

"Kami tetap meminta laporan setiap provinsi dari dinas melihat audit medik dan audit verbal. Setelah mendengar banyak yang meninggal dunia kami segera menugaskan kepada dinas kesehatan untuk bantu pemeriksaan di tempat pemilu, puskesmas sudah bergerak juga rumah sakit," ujarnya. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun