Share This

ISIS Kuasai Marawi, Menlu: 16 WNI dalam Kondisi Baik

"Kita terus melakukan koordinasi mengenai masalah keberadaan WNI kita yang ada di Marawi City

BERITA , NASIONAL , INTERNASIONAL

Senin, 29 Mei 2017 20:57 WIB

Pemandangan basis kelompok Maute dengan sebuah bendera ISIS di kota Marawi di selatan Filipina, Senin (29/5). (Foto: Antara)


KBR, Bogor- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memastikan 16 Warga Negara Indonesia (WNI) di Marawi, Filipina dalam kondisi baik. Kata dia, belasan WNI itu terbagi menjadi dua kelompok dan berada di dua tempat yang berbeda.

Retno mengutip  otoritas setempat, dua kelompok WNI itu berdiam di masjid.

"10 orang dalam satu tempat, kemudian 6 orang lagi berada di tempat berbeda. Kita terus melakukan komunikasi dengan KJRI Davao City kita, KJRI Manila, dan kita juga melakukan kontak dengan otoritas setempat. Kita juga secara internal melakukan koordinasi di sini, di dalam," kata Retno di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (29/5/2017). 

Retno melanjutkan, "jadi saya dengan bapak-bapak di sini kita terus melakukan koordinasi mengenai masalah keberadaan WNI kita yang ada di Marawi City dan satu  lagi di tempat berbeda, sekitar 3 jam dari Marawi City."



Retno menambahkan,  16 WNI itu di Marawi dalam rangka dakwah. Retno belum bisa menyimpulkan tentang informasi yang mengaitkan mereka dengan ISIS.

"Mereka tablig. Kita hanya dapat menyampaikan apa yang kita ketahui sampai saat ini."

Termasuk tentang kabar adanya seorang WNI yang tewas dalam operasi militer di Filipina, Retno belum bisa mengkonfirmasi.



"Saya ditanya saya belum dapat  mengkonfimasikan karena saya mencoba untuk mengkonfimasikan kepada otoritas setempat sampai sekarang saya belum mendapatkan."

Tentang rencana evakuasi 16 WNI, Retno mengatakan masih menunggu kejelasan situasi di sana. Kata dia, evakuasi para WNI itu nantinya bisa saja menggunakan beberapa skenario.

"Inikan situasi yang emergency sehingga kita mencoba untuk paham dulu situasinya seperti apa. Setelah itu baru kita bicara bagaimana. Bagaimananya itu biasanya tidak hanya terpaku pada satu skenario," ujar Retno.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.