Polda DIY: Acara AJI Yogya Memang Tak Dikehendaki Warga

"Tidak betul kami memihak, kami tetap profesional," kata Anny Pudjiastuti kepada KBR, Jumat (6/5/2016).

BERITA | NASIONAL

Jumat, 06 Mei 2016 13:08 WIB

Author

Randyka Wijaya

Polda DIY: Acara AJI Yogya Memang Tak Dikehendaki Warga

KBR, Jakarta - Kepolisian Yogyakarta membantah membenturkan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta dengan warga sekitar kantor AJI di daerah Pakel Baru, Yogyakarta.

Juru Bicara Polda Yogyakarta Anny Pudjiastuti mengatakan polisi tetap netral dan bekerja sesuai prosedur.

"Kalau ada yang mengatakan seperti itu tidak betul, kami bekerja masih tetap sesuai dengan prosedur dan profesional. Tidak betul kami memihak, kami tetap profesional," kata Anny Pudjiastuti kepada KBR, Jumat (6/5/2016).

"Kalau saya menerima informasi dari Polsek maupun Polres, sekali lagi di situ tidak ada ormas atau kelompok apapun. Tetapi murni dari kehendak warga yang tidak menghendaki kegiatan (pemutaran film) itu dilaksanakan. Itu ada surat kok dari Ketua RT, Ketua RW, kalau nggak salah," lanjut Anny.

Sebelumnya, AJI Yogyakarta menuding polisi mengintimidasi dan memengaruhi warga agar mereka diusir dari kantornya. AJI terancam diusir usai peristiwa pembubaran pemutaran film "Pulau Buru Tanah Air Beta" pada Selasa 3 Mei lalu.

"Katanya acara kami berbau kiri, tidak berizin, tidak sesuai prosedur dan berbagai macam alasan.... Materinya sensitif komunis, ancaman konflik, itu diulang di pertemuan Rabu pagi. Secara langsung khusus pada hari itu (Rabu), Lurah mengatakan AJI tidak diterima oleh lingkungan di sekitarnya," kata Ketua AJI Yogyakarta, Anang Zakharia.

Pemutaran dan nonton bareng film "Pulau Buru Tanah Air Beta" karya Rahung Nasution digelar dalam rangka memeringati hari kebebasan pers sedunia di Sekretariat AJI Yogyakarta. Film itu berkisah tentang kehidupan bekas tahanan politik Pulau Buru di zaman pemerintahan Orde Baru.

Namun polisi membubarkan acara pemutaran film itu. Polisi menilai pemutaran film itu tidak memiliki izin dan ada penolakan dari warga sekitar.

Editor: Agus Luqman
 

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pilkada Serentak Diwarnai Calon Tunggal