Perusakan Masjid Ahmadiyah Kendal Dipicu Pertemuan Sepihak Aparat Desa

Pimpinan Ahmadiyah cabang Ringinarum Kendal, Tazis menambahkan, pihaknya sudah mengidentifikasi pelaku perusakan masjid.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 24 Mei 2016 11:27 WIB

Author

Agus Lukman

Perusakan Masjid Ahmadiyah Kendal Dipicu Pertemuan Sepihak Aparat Desa

Foto: JAI

KBR, Jakarta - Pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Kabupaten Kendal, Jawa Tengah hari ini akan melaporkan secara tertulis kasus perusakan masjid mereka di Desa Purworejo, Kecamatan Ringinarum, Kendal ke Kepolisian Resort Kendal.

Pimpinan Ahmadiyah cabang Ringinarum Kendal, Tazis mengatakan, mereka berharap polisi bisa memberikan keadilan kepada mereka dan mengusut kasus perusakan masjid yang terjadi Minggu malam lalu.

"Kalau laporan secara lisan sudah. Tapi ini kita mau langsung ke sana. Laporannya, kita minta keadilan tentang ini. Bagaimana mereka mengatasi ini sebagai aparat keamanan. Kalau Pak Maulana selaku Kapolres sudah kesini kemarin. Intel Polda juga sudah datang," kata Tazis kepada KBR, Selasa (24/5/2016).

(Baca: Pemkab Kendal Curigai Keabsahan IMB Masjid Ahmadiyah  )

Pimpinan Ahmadiyah cabang Ringinarum Kendal, Tazis menambahkan, pihaknya sudah mengidentifikasi pelaku perusakan masjid. Namun, mereka masih menunggu proses penyelesaian kasus perusakan itu oleh pemerintah daerah dan kepolisian.

Tazis belum bersedia menyebutkan identitas pelaku. Hanya saja, Tazis menyebutkan aksi penyerangan masjid mereka terjadi setelah ada pertemuan antara aparat Kecamatan dan Kelurahan dengan warga pada Rabu pekan lalu. Pertemuan itu sepihak tanpa melibatkan perwakilan Ahmadiyah.

"Yang kami ketahui, dari informasi yang valid, pelakunya ada juga dari warga sini. Karena kejadiannya setelah pertemuan di Balai Desa itu, oleh Kepala Desa, Camat dan tokoh masyarakat. Ketika itu malam Minggu (Sabtu malam) tidak mengundang jemaat Ahmadiyah. Kalau diundang, maka perkara yang pelik ini bisa diketahui oleh masyarakat atau tokoh masyarakat," kata Tazis.

"Sebenarnya Lurahnya sudah tahu masalah yang sebenarnya. Tapi ini tidak dibuka oleh Lurah dalam pertemuan itu, sehingga informasi yang didapat warga hanya informasi sepotong. Sehingga, rakyat atau tokoh pun timbul kesalahpahaman sehingga marah," lanjut Tazis.

"Kami sudah berkali-kali minta dipertemukan dengan aparat dan warga. Tapi tidak pernah dilibatkan, tidak pernah diundang," kata Tazis.

Masjid Al Kautsar milik jemaat Ahmadiyah dirusak orang tak dikenal pada Minggu (22/5/2016) malam lalu. Sebagian besar bangunan rusak, mulai dari jendela, pintu, tiang, hingga atap baja ringan. Jemaat Ahmadiyah memperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Baca juga: Begini Kondisi Masjid Ahmadiyah di Kendal yang Dirusak Massa

Baca juga: Dalih SKB Tiga Menteri, Pemda Kendal Cabut IMB Masjid Ahmadiyah

Editor: Sasmito Madrim

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme