Menhan Ryamizard Sisir Buku Kiri dengan PNPS/1963

Aturan antisubversi PNPS No.4 Tahun 1963 sudah dicabut Mahkamah Konstitusi pada 2010 lalu

, BERITA , NASIONAL

Jumat, 13 Mei 2016 11:54 WIB

Author

Ria Apriyani

Menhan Ryamizard Sisir Buku Kiri dengan PNPS/1963

Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu. Foto ANTARA

KBR, Jakarta - Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu menegaskan penyisiran terhadap buku-buku komunisme dan yang berkaitan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) akan dilanjutkan. Dia mengklaim, Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki dasar hukum untuk menyita barang cetakan tersebut.

"Ya. Yang radikal Islam, yang ke kiri, kita terus. (Apa dasar hukumnya TNI melakukan itu?) Kamu baca aja. Kamu baca semua ini (sambil menunjukan secarik kertas). Ini Undang-Undang yang berlaku 15, 20 tahun," ujarnya di Balai Kartini pada Jumat (13/5/2016).

Ryamizard mengacu pada pelbagai peraturan. Di antaranya wewenang TNI membantu Polri menjaga keamanan yang diatur dalam Undang-Undang No.34 Tahun 2004 tentang TNI. Selain itu, purnawirawan TNI ini juga mengacu pada Undang-Undang Tahun No.27 Tahun 1999 tentang Perubahan KUHP yang berkaitan dengan kejahatan terhadap keamanan negara.

Sementara untuk mengontrol buku, Ryamizard menggunakan aturan usang antisubversi PNPS No.4 Tahun 1963. Padahal sudah sejak 2010, aturan ini dicabut Mahkamah Konstitusi. Berdasar aturan ini, Jaksa Agung punya kuasa menentukan apakah sebuah buku terlarang atau tidak. Ia menganggap buku-buku mengenai komunisme dan PKI berpotensi mengganggu keamanan.

"Pokoknya yang bertentangan dengan Pancasila, kita larang!" ungkap Menhan.

Pada April lalu, toko Buku Ultimus Bandung disambangi tentara. Mereka menanyakan tentang buku-buku yang dijual apakah ada yang mengandung komunis atau berkaitan dengan PKI. Sedangkan di Yogyakarta, Resist Book juga didatangi tentara pada Selasa (10/5/2016).

Di Jakarta Timur, Kodim 0505 menyita buku "Palu Arit di Ladang Tebu" yang ditulis Hermawan Sulistyo. Sementara pada penangkapan aktivis AMAN di Ternate, TNI juga menyita buku-buku di antaranya Nalar yang memberontak (Filsafat Marxisme) karya Alan Woods dan Ted Grant dan buku investigasi Tempo mengenai Lekra dan Geger 1965 yang diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG).



Editor: Damar Fery Ardiyan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Perkara Pin Emas Anggota Dewan