LSM Lampung Advokasi Kasus MS, Siswi SD Korban Perkosaan & Pembunuhan

Bocah MS ditemukan tewas pada 17 April lalu. Saat ditemukan, MS masih mengenakan seragam SD. Otopsi menunjukkan korban mengalami perkosaan sebelum meninggal.

, BERITA , NUSANTARA

Selasa, 10 Mei 2016 09:20 WIB

Author

Bambang Hari

LSM Lampung Advokasi Kasus MS, Siswi SD Korban Perkosaan & Pembunuhan

Ilustrasi. (Foto: Creative Commons/KBR)

KBR, Jakarta - Lembaga Advokasi Anak Lampung, Lada Lampung bakal mendampingi dan mengadvokasi kasus perkosaan dan pembunuhan terhadap MS, bocah berusia 10 tahun siswi SD di Lampung.

LADA Lampung akan membawa kasus itu ke Komnas Perlindungan Anak dan Komnisi Perlindungan Anak Indonesia.

Direkur Lada Lampung, Turaihan Aldi menjelaskan, mereka akan membawa kasus itu ke Jakarta, untuk menekan agar kepolisian menangani dengan serius kasus tersebut. Turaihan menganggap selama ini polisi bekerja sangat lamban dalam menangani kasus MS.

"LADA Lampung bersama teman-teman di jaringan yang ada di Lampung, termasuk LPA (Lembaga Perlindungan Anak) akan membawa kasus ini ke Komnas Anak dan KPAI. Selain itu, kami juga akan melakukan aksi simpatik untuk mendesak kepolisian agar segera menuntaskan kasus ini melalui aksi doa lintas agama," kata Turaihan Aldi.

Bocah MS ditemukan tewas di sebuah gubuk di tengah ladang di Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, pada 17 April lalu. Saat ditemukan, MS masih mengenakan seragam SD.

MS terakhir terlihat di sekitar rumah pamannya di Kecamatan Labuhan Ratu, pada 14 April 2016.

Hasil visum menunjukkan MS tewas kehabisan oksigen. Diduga ia meninggal karena dicekik. Korban juga mengalami pemerkosaan karena dari hasil visum ditemukan bercak darah di sekitar kemaluan korban.

Peristiwa itu terjadi beberapa pekan, setelah kematian YY, siswi SMP di Bengkulu yang tewas setelah menjadi korban perkosaan.

Remaja YY menjadi korban perkosaan dan pembunuhan pada 3 April 2016. Jenazahnya ditemukan tiga hari kemudian di jurang dalam kondisi membusuk dengan tangan dan kaki terikat.

Kasus itu menimbulkan gelombang duka dan aksi keprihatinan massal di berbagai tempat di Indonesia. Kasus YY juga menjadi perhatian media internasional.

Editor: Agus Luqman  
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Cek Fakta Top 5 Hoax of The Week 7-13 September 2019

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Presiden Tegas Tetapkan Darurat Nasional Kabut Asap

Kabar Baru Jam 15