KPPPA Sesalkan Pernyataan Kapolri yang Menyangkal Perkosaan di Manado

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyesalkan pernyataan Kapolri Badrodin Haiti yang mementahkan adanya kasus pemerkosaan terhadap seorang perempuan di Manado, Sulawesi Utara.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 11 Mei 2016 10:57 WIB

Author

Quinawati Pasaribu

KPPPA Sesalkan Pernyataan Kapolri yang Menyangkal Perkosaan di Manado

Ilustrasi perempuan korban pemerkosaan.

KBR, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyesalkan pernyataan Kapolri Badrodin Haiti yang mementahkan adanya kasus pemerkosaan terhadap seorang perempuan di Manado, Sulawesi Utara. Deputi Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak KPPPA Wahyu Hartomo mengatakan, semestinya Kepolisian menyelidiki dugaan keterlibatan dua anggotanya dan bukan menyangkal peristiwa itu.

"Itu juga yang kita sesalkan, kok malah bilang nggak ada. Jangan-jangan karena ada keterlibatan dua anggota polisi," katanya pada KBR, Rabu (11/5/2016). Ia juga mengatakan, kejadian yang menimpa perempuan itu terjadi sejak Januari lalu tapi hingga saat ini kasusnya masih gelap. "Sampai sekarang itu belum ada pelakunya yang ditangkap, karena kejadiannya di Gorontalo mungkin," tambahnya.

Namun begitu kata dia, pihaknya sejak awal telah mendampingi pihak keluarga korban dan bakal mendesak kepolisian setempat menindaklanjuti kasus tersebut. Sebab, ia menilai penyelidikan aparat sangat lamban. Sementara terkait kondisi psikis korban, kata dia, sudah membaik dari sebelumnya yang terlihat depresi bahkan tak mengenali keluarganya sendiri.

Sebelumnya, Kapolri Badrodin Haiti menyebut tidak ada bukti kekerasan dalam hasil visum korban kasus pemerkosaan seorang perempuan di Manado dan Gorontalo. Namun, berdasarkan hasil visum tersebut, Badrodin memerintahkan Polda Sulut dan Polda Gorontalo menyelidiki kembali kasus itu.

Dalam rilis yang diterima KBR, Tim Reaksi Cepat, P2TP2A Sulawesi Utara, Pekerja SOsial Kementerian Sosial serta ibu korban bakal menyambangi BNN Manado untuk mendiskusikan unsur narkoba dalam memengaruhi korban.

Kasus pemerkosaan yang menimpa seorang perempuan di Manado itu terjadi pada akhir Januari 2016. Ia diperkosa belasan pria di Manado dan Gorontalo.

Perempuan ini mengaku diajak dua tetangga perempuan korban ke Bolangitang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara. Di sana dia dipaksa mencicipi narkoba oleh dua tetangganya itu serta dibawa ke penginapan. Dalam kondisi mabuk, korban diperkosa belasan pria secara bergiliran.




Editor: Quinawaty Pasaribu 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Upaya Muslimah Bercadar Kikis Stigma (Bag 1)

Kabar Baru Jam 8

Menyoal Jaminan Kebebasan Warga, Apapun Agamanya

Kabar Baru Jam 10