KPK Buru Sopir Sekjen MA

"Royani sampai saat ini masih terus diburu oleh penyidik."

BERITA | NASIONAL

Senin, 23 Mei 2016 20:14 WIB

Author

Randyka Wijaya

KPK Buru Sopir Sekjen MA

KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih memburu keberadaan ajudan sekaligus sopir Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, Royani. Juru Bicara KPK Yuyuk Andriati mengatakan, upaya untuk menghadirkan salah satu saksi kunci itu adalah strategi penyidik.

"Royani sampai saat ini masih terus diburu oleh penyidik. Dan saya ulangi sekali lagi bahwa strategi penyidik untuk bisa menghadirkan dia sebagai saksi dalam kasus ini. Ada beberapa dugaan memang disembunyikan. Tetapi sekali lagi strategi penyidik untuk tetap bisa menghadirkan dia sebagai saksi," kata Yuyuk Andirati di Gedung KPK Jakarta, Senin (22/05/2016).

Sebelumnya, kata dia, Royani diduga disembunyikan oleh Nurhadi. Royani dan Nurhadi sudah dicegah bepergian ke luar negeri oleh Imigrasi atas permintaan KPK. Royani telah dua kali mangkir dari pemeriksaan KPK. Sesuai prosedur, KPK dapat menjemput paksa Royani.

Pada Jumat pekan lalu, Nurhadi juga mangkir dari pemeriksaan perdananya sebagai saksi dalam kasus suap Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Kata Yuyuk, Nurhadi beralasan, orang tuanya sedang sakit.

"Kemarin itu, waktu menyampaikan surat, stafnya, memang alasannya orang tuanya sedang sakit. Jadi minta dijadwal ulang." ungkapnya.

Meski begitu, KPK masih belum menetapkan penjadwalan ulang untuk Nurhadi.

KPK telah menetapkan Panitera PN Jakpus Edy Nasution dan swasta, Doddy Aryanto Supeno sebagai tersangka dalam kasus ini. Edy disangka menerima suap dari Doddy sejumlah Rp 150 juta, dari total yang dijanjikan Rp 500 juta. Suap itu terkait pengajuan Peninjauan Kembali (PK), sengketa perdata antara dua perusahaan di PN Jakpus.

Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap