Presiden Kaget Auditor Pemerintah Belum Mampu Deteksi Korupsi

Presiden Joko Widodo mengaku terkejut atas penilaian Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan BPKP yang menyatakan auditor internal pemerintah, belum mampu mendeteksi korupsi.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 13 Mei 2015 15:52 WIB

Author

Khusnul Khotimah

Presiden RI Joko Widodo. (Foto: Danny Setiawan/KBR)

Presiden RI Joko Widodo. (Foto: Danny Setiawan/KBR)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo mengaku terkejut atas penilaian Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan BPKP yang menyatakan auditor internal pemerintah, belum mampu mendeteksi korupsi. Presiden Joko Widodo mengatakan jumlahnya hasil laporan itu mencapai 85 persen yang tersebar di kementerian, pemerintah daerah, dan di inspektorat daerah.

"Saya kaget sekali dapat laporan ini. Karena jumlahnya masih sangat besar sekali. Aparat pengawasan intern kita belum dapat menjamin tata kelola pemerintahan yang baik. Kalau angka ini benar tentu kita harus kerja keras," kata Presiden Joko Widodo dalam rapat koordinasi pengawasan intern pemerintah di kantor pusat BPKP, Rabu (13/5).

Karena itu Presiden menargetkan agar dalam lima tahun, kemampuan auditor dalam mendeteksi terjadinya korupsi dapat ditingkatkan secara signifikan.

Pemerintah hari ini mencanangkan program Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) berkelas dunia, lima tahun mendatang. Dengan target itu, presiden berharap pegawainya itu dapat berada pada tingkat level ketiga, yaitu terintegrasi dengan kebijakan pusat.  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ramadan dan Idul Fitri Jadi Momentum Dorong Konsumsi Masyarakat

Kabar Baru Jam 8

THR 2021 dan Ketentuan Pembayarannya

Kabar Baru Jam 10