covid-19

Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Industri Otomotif Kena Imbas

Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto menyebut, industri otomotif mengalami penurunan berkisar 15% pada kuartal pertama tahun ini.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 07 Mei 2015 20:12 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Industri Otomotif Kena Imbas

Industri mobil Indonesia (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto menyebut, industri otomotif mengalami penurunan berkisar 15% pada kuartal pertama tahun ini. Menurut dia, hal tersebut tak lepas dari melambatnya perekonomian Indonesia di kuartal pertama yang hanya mencapai 4,7 persen. Ujarnya, penurunan terlihat dari produksi Januari hingga Maret, yang berkisar 300.000 unit. Sedangkan di periode yang sama tahun lalu, produksi berkisar 340.000 unit.

"Bahwa itu penyebabnya pertumbuhan ekonomi yang melemah, rupiah terhadap dolar melemah. Hal-hal inilah yang membuat penjualan otomotif kita terpuruk 15%," jelas Jongkie ketika dihubungi KBR, Kamis (7/5).

Jongkie menambahkan, kondisi tersebut menyebabkan Gaikindo merevisi target penjualan tahun 2015 dari 1,2 juta unit menjadi sekitar 1 juta unit. Ia berharap pada kuartal kedua nanti nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa menguat, dengan begitu daya beli masyarakat akan meningkat dan mendongkrak pertumbuhan industri otomotif.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I tahun 2015 hanya 4,71%. Angka tersebut meleset dari analisa sejumlah ekonom yang berada di kisaran 5%. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ramai Cukai Rokok Mau Naik, Apa Kata Pakar dan DPR?