Menteri Siti: Serahkan Satwa Langka Untuk Dilindungi!

Demi kepentingan konservasi.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 08 Mei 2015 13:31 WIB

Author

Ninik Yuniati

Siti Nurbaya/ Foto: KBR

Siti Nurbaya. (Foto: KBR)

KBR, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menghimbau pejabat negara hingga masyarakat luas pemilik satwa langka untuk menyerahkannya guna kepentingan konservasi. 

Siti mengatakan, satwa langka seperti Kakatua Jambul Kuning harus dilindungi karena menjadi salah satu elemen penopang sumber kehidupan. 

Hari ini pemerintah telah memerintahkan instansi terkait untuk menelusuri kepemilikan kakatua langka tersebut di masyarakat.

"Saya tadi pagi sudah memerintahkan, dirjen untuk seluruh SPORC (Satuan Polisi Reaksi Cepat) dan unit-unit konservasi namanya BKSDA, untuk menyisir," kata Siti Nurbaya hari ini, Jumat (8/5/2015).

"Tapi harus hati-hati banget, persuasif, mengajak kesadaran masyarakat untuk mengumpulkan kakatua-kakatua, untuk dikembalikan ke alam. Jadi pelan-pelan dan kelihatannya dukungan masyarakat juga cukup besar."

Sejauh ini Pemerintah hanya mengeluarkan himbauan, belum berapa instruksi. "Tapi itu usul yang bagus."

Siti menambahkan, pihaknya telah menitipkan 9 kakatua langka yang masih hidup di lembaga konservasi Maharani di Lamongan. Kakatua tersebut menjalani pemeriksaan kesehatan untuk kemudian dilepaskan ke alam liar. Ia meminta kepada kepolisian untuk menelusuri jaringan perdagangan satwa liar hingga ke Jakarta.

"Kalau menurut saya sih, harus dikejar sampai di Jakarta, itu di mana jaringannya, karena perdagangan ilegal satwa ini luar biasa. Itu ada pidananya, masalahnya UU yang dipakai itu UU 590, memang sanksinya cuma 100 juta. Dan hukumnya itu cuma 8 bulan, kita sudah punya 39 kasus," lanjut Siti.  

Editor: Citra Dyah Prastuti

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun