Menlu: Indonesia Sudah Sangat Baik Terhadap Pengungsi

"Apa yang sudah dilakukan Indonesia itu sudah extra mile sekali"

, BERITA , NASIONAL

Selasa, 19 Mei 2015 16:48 WIB

Author

Aisyah Khairunnisa

Pengungsi Rohingya. (Foto: Erwin J/KBR)

Pengungsi Rohingya. (Foto: Erwin J/KBR)

KBR, Jakarta– Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengklaim Indonesia sudah sangat baik dalam memberikan bantuan kepada para pengungsi dari Myanmar dan Bangladesh yang terdampar di Aceh. Kata Retno, meski tidak meratifikasi konvensi pengungsi, Indonesia tetap menerima dan memberi mereka bantuan. Bahkan PBB memberikan apresiasi atas sikap Indonesia ini.

“Sebagai negara non-pihak dari konvensi pengungsi tahun 51 apa yang sudah dilakukan Indonesia itu sudah extra mile (memberikan lebih dari yang diharapkan-red) sekali. Dan ini juga mendapatkan apresiasi dari Deputi Sekjen PBB yang melakukan komunikasi dengan Kemenlu pada hari Minggu sekitar pukul 9.30-10.00 pagi hari. Jadi Indonesia diapresiasi atas apa yang telah dilakukan terhadap 1300 orang yang berada di wilayah kita,” kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (19/5/2015).

Retno menambahkan, pengungsi Myanmar dan Bangladesh datang ke Indonesia dalam empat gelombang. Pertama masuk 558 orang, disusul 644 orang, 47 orang dan yang terakhir 96. 

Kata Retno ada istilah distress at sea untuk menunjukkan pengungsi yang terkatung-katung di laut. Negara yang menemukan mereka harus menolong dengan bentuk memberi bantuan, atau menampung mereka. Indonesia sudah melakukan hal itu kepada 1300 pengungsi yang terdampar di Aceh. Termasuk kepada kapal yang membawa ribuan pengungsi yang sempat terombang-ambing di Aceh. 

Hingga Maret 2015, menurutnya, ada lebih dari 11 ribu pengungsi dari 41 negara yang ditampung Indonesia. Mereka tersebar di sejumlah rumah detensi imigrasi. 

"Untuk yang hampir 12 ribu tadi setiap tahun maksimal resettlement dapat dilakukan untuk 500 orang. Artinya dengan angka 12 ribu saja, kalau tidak ada proses percepatan resettlement, maka masalah ini baru akan bisa diselesaikan 12 tahun lagi. Itu dari 41 negara," kata Retno.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17