Walhi Desak Pemerintah Segera Tetapkan Status Darurat Bencana NTT

Walhi mencatat Walhi, ada 11 kabupaten/kota yang diterjang bencana hidrometeorologi

BERITA | NASIONAL

Senin, 05 Apr 2021 14:33 WIB

Author

Astri Yuanasari

Walhi Desak Pemerintah Segera Tetapkan Status Darurat Bencana NTT

Sejumlah rumah dan kendaraan rusak akibat banjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/21). Foto: BPBD Flores Timur

KBR, Jakarta- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mendesak pemerintah segera menetapkan status darurat bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Direktur Eksekutif Walhi NTT, Umbu Wulang Tanaamah Paranggi menyebut, status darurat kebencanaan ini mempertimbangkan beberapa hal, seperti cakupan lokasi, jumlah korban, kerusakan sarana dan prasarana, gangguan terhadap fungsi pelayanan umum serta pemerintahan, dan kemampuan sumber daya alam maupun buatan.

Kata dia, Penetapan status kedaruratan pun mengacu pada Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

"Sampai saat ini belum ada belum ditetapkan kan dari kemarin kami minta ditetapkan sebagai status darurat bencana sebagai mandat undang-undang 24 tahun 2007 itu kan agar penanganannya menjadi sistematis dan komprehensif dan lebih cepat itu sampai saat ini tidak ada belum ada," kata Wulang kepada KBR, Senin (5/4/2021).

Umbu juga meminta pemerintah memprioritaskan pencarian, penyelamatan, pertolongan darurat, dan evakuasi korban ke tempat yang aman. Ia menyebut, pemerintah juga harus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk penyediaan air bersih dan sanitasi, pangan, sandang, pelayanan Kesehatan, pelayanan psikososial, penampungan, dan tempat hunian.

"Di sini lebih banyak evakuasi mandiri yang dilakukan oleh warga dan lebih banyak warga tolong warga misalnya di kota Kupang ini kepala BPBD nya udah nyerah katanya tidak sanggup untuk menangani dampak dari bencana yang terjadi di kota Kupang ini," pungkasnya.

Sebelumnya banjir bandang menerjang sejumlah kabupaten di NTT. Walhi mencatat, ada 11 kabupaten/kota yang diterjang bencana hidrometeorologi diantaranya Kabupaten Flores Timur, Manggarai Barat, Lembata, TTS, Malaka, Kota dan Kabupatan Kupang. Akibat banjir ini, tercatat total korban meninggal 50 orang dan ratusan orang masih dinyatakan hilang.

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10