Cegah Seperti India, Jokowi Tuntut Kepala Daerah Cekatan Turunkan Kasus COVID-19

"Begitu naik sedikit, segerakan untuk ditekan kembali agar terus menurun," tambahnya.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 29 Apr 2021 12:30 WIB

Author

Wahyu Setiawan, Resky Novianto

Cegah Seperti India, Jokowi Tuntut Kepala Daerah Cekatan Turunkan Kasus COVID-19

Vaksinasi lansia di Bekasi, Jawa Barat. (Foto: antaranews)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta seluruh kepala daerah mewaspadai ancaman lonjakan kasus COVID-19 seperti yang terjadi di India. Hal itu disampaikan Jokowi saat memberi pengarahan kepada kepala daerah se-Indonesia dan diunggah di akun Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (29/4/2021)..

Jokowi mengingatkan, India mengalami lonjakan yang eksponensial hingga mencapai penambahan 350 ribu kasus COVID-19 per hari. Lonjakan kasus seperti di India itu perlu diwaspadai apalagi menjelang momentum Lebaran saat ini.

"Ini yang menjadi kehati-hatian kita semuanya. Hati-hati dengan perkembangan yang ada di India. Dan juga tidak hanya di India, ada di Turki dan Brasil, dan beberapa di Uni Eropa, hati-hati. Sekecil apapun kasus aktif yang ada di provinsi, di kabupaten, di kota yang bapak ibu pimpin, jangan kehilangan kewaspadaan," kata Jokowi.

Presiden Joko Widodo juga meminta kepala daerah terus memantau perkembangan kasus COVID-19 dengan mengamati angka dan kurva epidemiologis. Jika kurva kasus menunjukkan tren kenaikan, Jokowi meminta kepala daerah bergerak cepat menekan penularan.

"Begitu naik sedikit, segerakan untuk ditekan kembali agar terus menurun," tambahnya.

Jokowi mengungkapkan, India pernah berhasil melandaikan kurva kasus dengan menerapkan penguncian wilayah berskala mikro atau micro lockdown. Cara itu pula yang akhirnya ditiru oleh pemerintah Indonesia. Namun dengan kembali melonjaknya kasus di India, Jokowi meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Juli, Target 70 Juta Warga Sudah Divaksinasi

Terkait program vaksinasi COVID-19, Presiden menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah, untuk terus mempercepat proses vaksinasi COVID-19. Jokowi menargetkan 70 juta orang bisa disuntik vaksin pada Juli mendatang.

"Sampai 27 April yang kita suntikkan baru kurang lebih 19 juta dosis dan harus kita kejar terus agar target kita di bulan Juli bisa mencapai 70 juta orang," ujar Jokowi.

Presiden juga memerintahkan agar vaksinasi di daerah jangan sampai berhenti. Dia menekankan pentingnya ketersediaan stok COVID-19 di seluruh daerah. Jokowi menitipkan pesan kepada kepala daerah, agar vaksinasi massal terus dimasifkan, terutama kepada target-target prioritas yang perlu

"Jangan sampai ada yang berhenti, tugas pemerintah pusat, tugas saya adalah menyiapkan vaksinnya, tapi kalau ada vaksin jangan sampai ada yang distok, stok itu cukup 5 persen, kalau ada segera disuntikkan ke masyarakat, segera disuntikkan kepada target-target prioritas yang sudah beberapa kali saya sampaikan," tuturnya.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10