Ojol Minta Rp100 Ribu per Hari, Bila PSBB Larang Angkut Penumpang

Nilai besaran BLT yang diharapkan itu, menurut Igun, yaitu sebesar Rp100.000 per hari.

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Kamis, 09 Apr 2020 12:27 WIB

Author

Heru Haetami

Ojol Minta Rp100 Ribu per Hari, Bila PSBB Larang Angkut Penumpang

Relawan membagikan makan siang gratis kepada pengemudi ojek online di Bekasi, Jawa Barat (2/4/2020). (Foto: ANTARA/Suwandy)

KBR, Jakarta - Aliansi ojek daring berharap, pemerintah memberi perhatian penuh terhadap nasib mereka (Ojek online/Ojol) yang terdampak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terkait penanganan pandemi COVID-19.

Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono mengatakan penerapan PSBB yang melarang ojek daring mengangkut penumpang hanya akan menambah derita para Ojol saja. Makanya, Garda menolak kebijakan larangan angkut penumpang itu.

“Kami ojek online menolak apabila ojek online dilarang membawa penumpang. Khususnya ojek online, karena sepeda motor dilarang. Kami menolak hal tersebut. Kita inginkan ojek online masih diperbolehkan bawa penumpang. Karena moda transportasi masih dibolehkan. Ini kan ojek online roda dua kebutuhan transportasi banyak orang juga,” kata Igun saat dihubungi KBR, Kamis (9/4/2020).

Igun menambahkan, jika PSBB di DKI Jakarta resmi diberlakukan pada Jumat (10 April 2020) besok dengan tetap memberlakukan larangan para Ojol mengangkut penumpang, maka Igun mendesak pemerintah memberikan kompensasi berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Nilai besaran BLT yang diharapkan itu, menurut Igun, yaitu sebesar Rp100.000 per hari. Jumlah tersebut, merupakan 50 persen dari rata-rata penghasilan harian yang berkurang.

“Kita inginkan ada perhatian dari pemerintah bahwa kami ojek online ada kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Dalam hal ini kami meminta adanya bantuan langsung tunai kepada teman-teman ojek online,” ujarnya.

Igun mengungkapkan, dampak penurunan penghasilan yang diakibatkan adanya wabah COVID-19 ini sudah dirasakan para pengendara ojek online sejak penerapan kerja dari rumah (KDR). 

Menurutnya, jika PSBB mengatur larangan membawa penumpang akan semakin menyulitkan pengendara mendapat penghasilan sehari-hari mereka.

“Kan karena kegiatan masyarakat semua dirumahkan. Sebagian besar dirumahkan. Sehingga penghasilan kami turun 50 sampai 70 persen saat ini,” keluhnya.

Editor: Fadli Gaper 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Hari Raya Tanpa Tunjangan

Gunakan Kalender Aboge, Kejawen Banyumas Rayakan Idulfitri Pada Hari Ini

Kabar Baru Jam 7

Serba-serbi Warga Berlebaran di Tengah Pandemi

Taliban dan Pemerintah Afganistan Sepakat Genjatan Senjata Saat Idulfitri