Tolak Semen, 9 Perempuan Kendeng Nekat Bertahan Hingga Jokowi Datang

"Saya ingin mempertahankan bumi pertiwi. Apalagi pabrik semen sudah sangat mengancam bagaimana tindakan pemerintah?"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 12 Apr 2016 17:25 WIB

Author

Quinawaty Pasaribu

Tolak Semen, 9 Perempuan Kendeng Nekat Bertahan Hingga Jokowi Datang

9 Perempuan Kendeng nekat mengecor kakinya dalam aksi demo tolak pabrik semen di depan istana negara Jakarta. (Foto: KBR/Quinawati P.)

KBR, Jakarta- Sembilan petani perempuan Kendeng, Pati, Jawa Tengah bakal bertahan di depan Istana Negara hingga Presiden Jokowi menemui mereka. Aksi mereka kali ini dengan menyemen kaki mereka dalam sebuah wadah.

Salah satu petani perempuan Kendeng, Dani bercerita aksi ini merupakan ide mereka sendiri.

"Saya ingin mempertahankan bumi pertiwi. Apalagi pabrik semen sudah sangat mengancam bagaimana tindakan pemerintah?" Kata Dani pada KBR, Selasa, 12 April 2016.

Ia juga mengatakan, cara menyemen kaki dipilih karena selama ini suara mereka di tenda-tenda Kendeng tak juga berbuah hasil. Padahal bertahan di tenda itu sudah yang ke-666 hari.

"Kenapa suara kami tidak pernah didengarkan? Kami hanya bisa berbahasa seperti ini dan hak kami semua dan untuk kehidupan selanjutnya untuk minta keadilan yangg seadil-adilnya," imbuhnya.

Kawasan Pegunungan Kendeng berada  di 4 kabupaten yakni, Kabupaten Blora, Grobogan, Pati dan Rembang. Kawasan itu  terancam rusak karena hadirnya pertambangan karst.

Di Pati PT Sahabat Mulia Sakti (SMS) sebagai anak perusahaan PT. Indocement akan melakukan penambangan   dengan luas lahan 2025 hektar. Di Grobogan   dua pabrik semen yakni PT. Vanda Prima lIsti dan PT Semen Merah Putih (Thailand) akan menambang   wilayah seluas 5125 hektar.  Sedangkan kawasan 5700 hektar Di Kabupaten Blora akan ditambang  PT. Alam Blora Lestari dan PT. Artha Parama Indonesia yang merupakan bagian dari Tomy Winata Group. Untuk wilayah Kabupaten Rembang PT Semen Indonesia menambang karst seluas 900 hektar.


Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Inisiatif Daur Pangan di Masa Pandemi

Mama 'AW': Menerobos Semak Berduri

Kabar Baru Jam 8

Waspada Peningkatan Kekerasan terhadap Perempuan di Dunia Siber