Stok Beras Nasional Aman, Bulog Pastikan Harga Stabil

Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan harga beras akan stabil di kisaran Rp7.000 hingga Rp8.000 per kilogram untuk kualitas medium, hingga jelang lebaran tahun ini.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 27 Apr 2016 08:32 WIB

Author

Yudi Rachman

Stok Beras Nasional Aman, Bulog Pastikan Harga Stabil

Ilustrasi cadangan beras di gudang Bulog. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Badan Urusan Logistik (Bulog) memasatikan harga beras akan stabil di kisaran Rp7.000 hingga Rp8.000 per kilogram untuk kualitas medium, hingga jelang lebaran tahun ini. Sedangkan harga beras termahal, diperkirakan sebesar Rp12.000 per kilogram.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menargetkan harga tiga bahan pokok turun menjelang bulan puasa dan lebaran, yakni daging, beras dan minyak.

Menurut Kepala Bulog Djarot Kusumayakti, dengan stok beras nasional yang mencapai 1.790 ribu ton. Ia yakin, harga beras akan tetap stabil.

Bekas Direktur UMKM BRI ini memperkirakan, cadangan beras sepanjang puasa hingga lebaran 2016 aman.

"Cukup, cukup berlebihan, 6-7 bulan cukup. Katakanlah sampai lebaran kelebihannya masih banyak. Kalau saya memang keinginannya paling tidak bertahan saja, harga jangan naik. Kalau ditekan tidak perlu terlalu banyak mungkin cuma beberapa persen saja," jelas Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti kepada KBR, Selasa (26/4).

Dia pun menambahkan, stok beras nasional bakal terus bertambah memasuki musim panen yang berjalan sebulan ini. Kata dia, serapan gabah dari petani ditargetkan mencapai 1.4 juta ton atau setara beras hampir 700 ribuan ton. Sehingga menurutnya, tak diperlukan kebijakan impor.

"Kita akan tambah lagi (stok berasnya--Red) karena panen masih bergerak ya, jadi bulan Mei panen cukup besar, Juni masih ada panen meskipun agak turun. Untuk saat ini saya kira belum berpikir untuk impor karena kita mencoba menyerap produk dalam negeri dahulu karena peluang untuk menyerap itu masih ada," ungkapnya.

Editor: Nurika Manan

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Inisiatif Daur Pangan di Masa Pandemi

Mama 'AW': Menerobos Semak Berduri

Kabar Baru Jam 8

Waspada Peningkatan Kekerasan terhadap Perempuan di Dunia Siber