Reklamasi Jakarta Dihentikan Sementara, KLHK Bentuk Tim Evaluasi

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membentuk tim untuk mengevaluasi proyek reklamasi Teluk Jakarta.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 16 Apr 2016 20:32 WIB

Author

Ninik Yuniati

Reklamasi Jakarta Dihentikan Sementara, KLHK Bentuk Tim Evaluasi

Aktivitas proyek reklamasi di Teluk Jakarta, Kamis (14/4). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membentuk tim untuk mengevaluasi proyek reklamasi Teluk Jakarta. Tim tersebut dinamai Tim Langkah-langkah Penyelesaian Reklamasi Pantai Utara. Wakil Ketua tim Ilyas Asaad mengatakan, tim ini bertugas mengkaji secara menyeluruh proyek tersebut, terutama terkait aspek lingkungan.

"Kita perlu melihat aspek legalnya. Kedua, faktanya, dampak lapangan yang sudah terjadi di reklamasi, makanya kawan-kawan sudah ada di lapangan sejak kemarin. Apa yang dilihat? Tentu saja karena kami pemangku lingkungan hidup, kita lihat dari perspektif lingkungannya, pencemarannya, kerusakannya, dan ketiga, kita pun melihat masyarakat di sana" kata Ilyas kepada KBR, Sabtu (16/4).

Ilyas mengatakan, tim telah mengumpulkan dan tengah mengkaji seluruh dokumen termasuk dari pihak pengembang. Selain itu, sebagian anggota tim juga turun langsung ke lapangan.

Kata dia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berwenang memberikan rekomendasi atau pandangan meskipun seluruh izin baik Amdal maupun Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) menjadi otoritas Pemda.

Ilyas Asaad menambahkan, tim ditargetkan merampungkan rekomendasi awal pekan depan. Hasil rekomendasi ini akan didiskusikan bersama Pemerintah Jakarta dan Kementerian Kelautan dan Perikanan .

"Ini harus ada rekomndasi awal, baru kita tindak lanjuti, misalnya, KLHSnya kita perbaiki lagi, ada problem apa sih di sana nih" ujar dia.

Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme