Penyanderaan WNI, Menlu Tiga Negara Gelar Pertemuan di Jakarta

"Apabila (penyanderaan) ini terus tejadi, akan mengganggu aktivitas ekonomi," kata Juru bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 28 Apr 2016 14:10 WIB

Author

Randyka Wijaya

Penyanderaan WNI, Menlu Tiga Negara Gelar Pertemuan di Jakarta

Warga Klaten, Jawa Tengah, Sutomo menunjukkan foto anaknya Bayu Oktavianto, yang jadi korban penyanderaan kelompok Abu Sayyaf di Filipina. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Pemerintah Indonesia akan bekerjasama dengan pemerintah Filipina dan Malaysia untuk membebaskan sandera kelompok militan Abu Sayyaf dari Filipina.

Rencana itu akan dibahas dalam pertemuan trilateral pada 5 Mei mendatang di Kementerian Luar Negeri, Jakarta.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan bentuk kerjasama itu antara lain koordinasi patroli militer.

"Bentuk konkret pertemuan tiga negara ini kan akan berkembang pada saat pertemuannya nanti. Tapi saat ini yang mulai kita bahas dari ketiga negara ini terkait bagaimana kita bisa melakukan suatu coordinated patrols di kawasan tersebut. Sehingga kita bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti penyanderaan atau piracy dan lain sebagainya," kata Arrmanatha Nasir di kantor Kemenlu, Jakarta, Kamis (28/4/2016).

Saat ini sudah 14 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf.

Penyanderaan itu dilakukan di sekitar perairan Sulawesi Utara. Posisi sandera diyakini masih di Filipina.

Arrmanatha Nasir mengatakan jalur perairan tersebut adalah jalur penting perdagangan.

"Apabila (penyanderaan) ini terus tejadi, akan mengganggu aktivitas ekonomi," ungkapnya.

Pertemuan trilateral pada 5 Mei mendatang akan dihadiri Menteri Luar Negeri dan Panglima Militer masing-masing negara. Tujuan utama pertemuan tersebut untuk meningkatkan keamanan maritim di perbatasan ketiga negara.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18