BBPOM Aceh Temukan Mie Mengandung Boraks dan Formalin

"Mie itu masih Kita temukan formalin dan juga ada boraks. Bahan berbahaya itu bukan gak boleh dijual, tapi jangan sampai tersentuh sama pangan,”

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 26 Apr 2016 21:39 WIB

Author

Erwin Jalaludin

BBPOM Aceh Temukan Mie  Mengandung Boraks dan Formalin

Kepala BBPOM Aceh, Sjamsuliani (tengah-red), memperlihatkan mie yang mengandung boraks dan formalin yang ditemukan disejumlah pasar tradisonal di Aceh. (Foto: KBR/Erwin J.)

KBR, Lhokseumawe – Mie yang diperdagangakan di sejumlah pusat pembelanjaan di Provinsi Aceh, ditemukan mengandung boraks dan formalin. Hal itu sesuai hasil uji sample yang dikeluarkan oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) setempat.

Kepala BBPOM Aceh, Sjamsuliani mengatakan, kedua jenis bahan berbahaya itu ditemukan di sejumlah titik pasar tradisional yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Kata Dia, para penjual mie menggunakan boraks dan formalin untuk mengawetkan makanan, agar tidak mudah membusuk.  

”Mie itu cenderung sekali, Aceh itu kan ikonnya mie. Kalau udah datang ke Aceh, gak makan mie Aceh belum sah. Mie itu masih Kita temukan formalin dan juga ada boraks. Bahan berbahaya itu bukan gak boleh dijual, tapi jangan sampai tersentuh sama pangan,” jelas Kepala BBPOM Aceh, Sjamsuliani menjawab Portalkbr, Selasa (26/4).

Ia menghimbau, kepada seluruh pedagang mie untuk tidak menggunakan kedua bahan pengawet tersebut. Menurutnya, penggunaan boraks dan formalin dapat berakibat fatal atau mematikan, karena dapat menyebabkan penyakit kanker.

Ia menambahkan, pelaku usaha yang terindikasi sengaja menggunakan bahan berbahaya untuk makanan yang mengakibatkan kerugian kepada konsumen atau masyarakat juga dapat dikenakan sanksi hukum. Hal ini diatur didalam Undang Undang Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman penjara lima tahun dan denda uang senilai Rp 500 juta sampai Rp 5 miliar. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kisah Perempuan Listrik asal Semarang yang Mendunia

Kabar Baru Jam 8

Menilik Gerakan Digital Warganet Sepanjang 2020

Kabar Baru Jam 10