Share This

Gagal Dua Kali di Ajang Pilkada di Papua Jhon Tabo Pilih Nyaleg

Bekas Bupati Tolikara Jhon Tabo mengakui bakal mencalonkan diri dalam ajang pemilihan legislatif 2014 mendatang di tingkat Provinsi Papua. Langkah ini diambil setelah ia gagal dalam Pilkada Papua maupun Pilkada Tolikara beberapa waktu lalu.

NUSANTARA

Selasa, 02 Apr 2013 09:47 WIB

Jhon Tabo

KBR68H, Jayapura – Bekas Bupati Tolikara Jhon Tabo mengakui bakal mencalonkan diri dalam ajang pemilihan legislatif 2014 mendatang di tingkat Provinsi Papua. Langkah ini diambil setelah ia gagal dalam Pilkada Papua maupun Pilkada Tolikara beberapa waktu lalu.

Jhon Tabo yang merupakan kader partai Golkar mengaku, kekalahan kemarin adalah bagian dari perjuangan yang harus diterima dengan jiwa besar. Hal itu pula yang menjadi penyemangat bagi dirinya untuk kembali terjun ke dunia politik.

“Saya akan kembali kepada habitat. Saya tidak akan tinggalkan orang tua saya masih hidup, masih di kampung dann belum bisa berbahasa indonesia. Itu  tanggung jawab berat. Mudah mudahan saudara wartawan juga punya hak memilih pada pileg nanti. Jadi saya akan masuk dalam pemilu legislative nanti. Mudah mudahan rakyat percaya saya, dan saya kan memperjuangkan nasib rakyat,” aku Jhon Tabo.

Sebelumnya, Jhon Tabo pada 2011 lalu mencalonkan diri sebagai Bupati Tolikara diusung dari partai Golkar. Pelaksanaan Pilkada di daerah itu diwarnai konflik antarmassa pendukung Jhon Tabo dengan calon Bupati lainnya, Usman Wanimbo yang diusung dari partai Demokrat. Sedikitnya 5 orang tewas dan ratusan lainnya luka luka akibat konflik. Sejumlah rumah dan fasilitas pemerintahan juga hangus dibakar. Termasuk rumah dinas dan pribadi milik Jhon Tabo.

Gagal dalam Pilkada Tolikara, Jhon Tabo kembali mencalonkan diri sebagai bakal calon Wakil Gubernur Papua berpasangan dengan Barnabas Suebu. Namun dirinya kembali gagal, setelah KPU menyatakan pasangan ini tidak lolos verifikasi partai politik. (Andi Iriani)

Sumber: Swara Nusa Bahagia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.