Share This

Merawat Kebhinekaan Ditengah Intolerasi

Ditengah situasi intoleransi, dimana orang bisa dengan mudah mengutarakan kebencian karena perbedaan SARA, Di Tangerang Selatan ada sebuah Museum Tionghoa yang didirikan oleh orang Aceh.

RUANG PUBLIK

Senin, 05 Mar 2018 17:06 WIB

Merawat Kebhinekaan Ditengah Intolerasi

Ditengah situasi intoleransi yang terasa menguat saat ini, dimana orang bisa dengan mudah mengutarakan kebencian terhadap orang lain karena perbedaa suku, agama, ras, atau pandangan politik, museum ini mungkin bisa menjadi penyejuk suasana. Di Tangerang Selatan ada sebuah museum, namanya Museum Pustaka Peranakan Tionghoa. Yang menarik, pendiri museum ini bukanlah seorang keturunan Tionghoa tapi orang Aceh. Ingin tahu penjelasannya? Dengarkan Ruang Publik KBR pada Selasa, 6 Maret 2018 Pukul 09.00 WIB. Semuanya akan dibahas bersama Bapak Azmi Abubakar, pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa, dan Olga Lydia sebagai salah satu artis keturunan Tionghoa yang akan akan berbagi pendapatanya tentang museum.

Simak di 100 radio jaringan KBR, bagi yang di Jakarta bisa mendengarkan di  Power Radio 89,2 FM,  via Fan page Facebook  Kantor Berita Radio KBR dan website kbr.id atau melalui aplikasi android dan IOS search KBR Radio. Kami juga mengundang Anda yang ingin bertanya atau memberikan komentar melalu telp bebas pulsa di 0800 140 3131. Pertanyaan juga bisa diajukan melalui pesan singkat, whatsapp di 0812 118 8181 atau mention ke akun twitter @halokbr. Jangan lupa sertakan TAGAR RUANG PUBLIK  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.