Tim DVI Polda Jatim Berhasil Identifikasi 4 Jenazah Korban KMP Rafelia 2

Tim DVI segera bisa memastikan empat jenazah tersebut karena kecocokan data.

, BERITA , NUSANTARA

Sabtu, 05 Mar 2016 21:30 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Evakuasi Korban KMP Rafelia 2. (Foto: Hermawan)

Evakuasi Korban KMP Rafelia 2. (Foto: Hermawan)

KBR, Banyuwangi- Tim DVI Kepolisian Daerah Jawa Timur, berhasil mengidentifikasi empat Jenazah korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang Rafelia 2 di Selat Bali, pada Jumat (4/3/2016).

Empat jenazah tersebut antara lain, Tia Agus warga Karawang Jawa Barat, Elo Masturo bersama anaknya yang berusia 18 bulan, Muhammad Raman warga Desa Olehsari Banyuwangi dan Puji Purnomo mualim kapal warga Banyuwangi.

Menurut Ketua Tim DVI tenggelamnya KMP Rafelia 2, Bambang Widiatmoko, kemudahan dan kecepatan identifikasi timnya terhadap empat jenazah tersebut lantaran kecocokan antara data jenazah yang diterima DVI dengan laporan keluarga. “Tim DVI Polda Jawa Timur, hingga saat ini menerima  6 laporan atau dalam hal ini data Antomortem. Kemudian ditemukan adanya empat Jenazah. Kemudian dari hasil rekonsialisasi atau pencocokan data posmortem dan data  antimortem juga didukung data- data dari TKP,” kata Bambang Widiatmoko di Banyuwangi, Sabtu (5/3/2016).

Bambang Widiatmoko menambahkan, hingga Sabtu (5/3/2016), pihaknya menerima 6 laporan orang hilang dalam tenggelamnya KMP Rafelia 2 ini. Namun kata dia, baru empat jenazah yang berhasil ditemukan dan langsung diidentifikasi. Sedangkan dua orang lainnya yang dilaporkan hilang tersebut belum ditemukan.

Sebelumnya, Kapal Motor Penumpang  Rafelia 2 tenggelam di perairan Selat Bali. Kapal barang  yang mengakut puluhan kendaraan roda empat dan truk pengangkut barang ini diduga tenggelam karena kebocoran pada lambung kapal. Kapal Motor Rafelia 2 tenggalam sekitar 500 meter dari Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi pada Jumat (04/03/2016) sekitar pukul 13.20 WIB.

(Nurika Manan)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak