Bagikan:

Soal Illegal Fishing, Indonesia Akan Protes Keras Ke Tiongkok

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti beralasan, kapal patroli penjaga pantai (coast guard) Tiongkok telah arogan membawa lari kapal asal negara tirai bambu yang bermuatan 300 gross ton.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 20 Mar 2016 21:03 WIB

Soal Illegal Fishing, Indonesia Akan Protes Keras Ke Tiongkok

Konferensi pers Menteri KKP Susi Pudjiastuti tentang pencurian ikan oleh Kapal dari Tiongkok KM Kway. Foto Ade Irmansyah

KBR, Jakarta - Pemerintah Indonesia bakal melayangkan surat protes keras kepada pemerintah Tiongkok dalam waktu dekat terkait dugaan pencurian ikan yang dilakukan kapal KM Kway Fey 10078 di wilayah perairan Natuna, Indonesia. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti beralasan, kapal patroli penjaga pantai (coast guard) Tiongkok telah arogan membawa lari kapal asal negara tirai bambu yang bermuatan 300 gross ton (GT) itu.

“Hal tersebut berawal dari KKP yang mendeteksi pergerakan kapal yang diduga menangkap ikan secara ilegal di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu lalu sekitar pukul 14.15 WIB. Meski kejadian itu ada di wilayah perbatasan, tetapi kapal tersebut dinyatakan telah berada di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia,” Ujarnya kepada wartawan di Kediaman Dinasnya, Widya Chandra, Jakarta.

Susi menambahkan kapal coast guard Tiongkok yang masuk wilayah Indonesia ini juga tidak berizin. “Selain kapal nelayannya, kapal coast guardnya juga masuk ke wilayah Indonesia tanpa izin. Ini permasalah serius,” Ujarnya.

Karena itu, kata Susi,  pihaknya juga bakal memanggil Duta Besar Tiongkok, Senin besok untuk mengklarifikasi masalah tersebut. Seharusnya kata dia, sebagai negara besar, Tiongkok menghormati kedaulatan Indonesia yang sedang komitmen melawan praktik Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing.

“Seharusnya negara tidak boleh ada dibelakang aksi Ilegal Fishing. Mereka (Tiongkok) kan tahu, Indonesia sedang berperang melawan ilegal fishing. Mereka harus menghormati kita soalnya ini bukan yang pertama kali mereka  lakukan ini, tahun 2013 lalu mereka melakukan hal sama kepada kita,” Ujarnya.

Susi mengatakan pihaknya juga akan menghadirkan Kapal Perang RI (KRI) dengan frekuensi lebih sering di perairan Natuna. Selain itu, Susi bakal membangun operasi terintegrasi dengan lembaga-lembaga terkait termasuk aset udara untuk mensiasati keterbatasan bahan bakar kapal. Pihaknya juga bakal memperkuat lagi peran Satgas 115 dalam IUU Fishing dengan Command Control Center agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.


Editor : Sasmito Madrim

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Mendorong Vaksinasi Booster untuk Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19 di Akhir Tahun

Most Popular / Trending