Ribuan Nelayan Rembang Tolak Pelarangan Cantrang

Nelayan juga membantah tudingan penggunaan jaring cantrang bisa merusak ekosistem laut.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 28 Mar 2016 13:14 WIB

Author

Musyafa

Ribuan Nelayan Rembang Tolak Pelarangan Cantrang

Nelayan Rembang berunjuk rasa protes pelarangan jaring cantrang, Senin (28/3). Foto: KBR/Musyafa

KBR, Rembang– Sekitar dua ribuan nelayan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah melakukan aksi turun ke jalan menuntut Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mundur. Mereka kecewa dengan aturan Menteri Susi yang bersikukuh melarang penggunaan jaring cantrang.

Massa yang terdiri dari kaum nelayan dan pekerja pabrik pengolahan ikan itu berasal dari berbagai desa di Rembang. Mereka bergerak dari Pelabuhan Tasikagung menuju gedung DPRD Rembang.

Hamidun, seorang nelayan menilai aturan Susi bisa membunuh mata pencaharian nelayan. Dia juga menolak keinginan pemerintah pusat yang meminta nelayan mengganti alat tangkap mereka. Alasannya, hasil tangkapan tidak sebanyak menggunakan jaring cantrang.

“Rakyat Indonesia bisa kelaparan, kemiskinan bertambah. Seharusnya nelayan pakai cantrang terus. Kalau disuruh ganti ya sesuai keinginan rakyat. Kalau bisa melebihi penghasilan seperti saat ini, “ pintanya.

Nelayan juga membantah tudingan penggunaan jaring cantrang bisa merusak ekosistem laut "Saat uji petik di Tegal beberapa waktu lalu, operasional jaring cantrang tidak terbukti merusak terumbu karang,"ujarnya. 

Ribuan massa ini ditemui Wakil Ketua DPRD, Gunasih dan  anggota Komisi Bidang Ekonomi DPRD, Joko Supriyadi. DPRD Rembang berjanji akan membawa protes nelayan ke DPRD provinsi Jawa Tengah dan DPR pusat. 

Sebelumnya pada uji petik yang dilaksanakan Mei lalu oleh anggota DPRD Jawa Tengah, Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng serta perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia menunjukkan alat tangkap ikan berupa cantrang ramah lingkungan. 

Pengujian cantrang dilakukan pada jarak sekitar 40 mil dari Pelabuhan Kota Tegal dengan kedalaman 40-50 meter. 

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Dampak Tambang terhadap Lingkungan di Sulawesi Tenggara dan Tengah

NFT, New Kid on the Block (chain)

Kabar Baru Jam 8

Seruan Penolakan Bibit-Bibit Kekuasaan Mutlak