Bagikan:

Penyanderaan WNI, Gubernur Sulut Hubungi Menlu Filipina

"Ini kami akan pakai jalur komunikasi selama ini antara hubungan Pemerintah Sulut dengan Pemerintah Filipina."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 30 Mar 2016 16:18 WIB

Penyanderaan WNI, Gubernur Sulut Hubungi Menlu Filipina

Fenny Wowor menunjukkan foto suaminya yang menjadi korban sandera gerilyawan Abu Sayyaf. (Foto: KBR/Zulkifli M.)

KBR, Manado - Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey beri bantuan uang kepada   keluarga Julian Philip korban penyanderaan oleh Abu Sayyaf di perairan Filipina. Bantuan disampaikan langsugn Gubernur di kediaman Julian tadi sore di kelurahan Sasaran lingkungan IV Kecamatan Tondano Utara Kabupaten Minahasa.  Gubernur Olly Dondokambey  didampingi Wakil Gubernur Steven Kandouw dan Kapolda Sulut serta Danlantamal VIII Manado menyerahkan bantuan   langsung ke istrinya Fenny Wowor.

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey mengatakan Pemerintah Sulut terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar ke 10 WNI termasuk 1 asal Sulut yang disandera oleh kelompok garis keras Abu Sayyaf itu secepatnya segera dibebaskan. Keluarga korban juga  memohon agar suaminya secepatnya bisa di selamatkan.

"Ini kami akan pakai jalur komunikasi selama ini antara hubungan Pemerintah Sulut dengan Pemerintah Filipina. Apalagi hubungan antara Dafao dengan Kota Manado sangat dekat yang berbatasan langsung dengan negara tersebut. Dan mudah-mudahan harapan dari keluarga bisa secepatnya diselesaikan dalam upaya pembebasan dari penculikan oleh oknum-oknum yang ada di Filipina," harap Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Gubernur mengatakan terus berkoordinasi dengan menteri luar negeri Republik Indonesia serta berbagai pihak terkait di Indonesia dan Filipina. Termasuk di antaranya langsung berkomunikasi dengan Menlu Filipina.

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey menyebutkan, saat ini di wilayah perairan Sulawesi Utara telah di perketat penjagaanya baik dari pihak Kepolisian maupun TNI.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua