MUI Papua: Jangan Terprovokasi, Penolakan Masjid Wamena Hanya Miskomunikasi

Syaiful mengklaim masalah itu sudah diselesaikan oleh Bupati Wamena melalui pertemuan dengan para tokoh agama setempat.

, BERITA , NASIONAL

Selasa, 01 Mar 2016 12:39 WIB

Author

Agus Lukman

MUI Papua: Jangan Terprovokasi, Penolakan Masjid Wamena Hanya Miskomunikasi

Surat protes yang disampaikan Persekutuan Gereja-gereja Jayawijaya terhadap pembangunan Masjid Agung Baiturrahman Wamena. (Foto: */Twitter)

KBR, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia MUI Provinsi Papua menilai surat keberatan dari Persekutuan Gereja-gereja Jayawijaya (PGGJ) terhadap renovasi Masjid Agung Baiturrahman Wamena hanya masalah miskomunikasi.

Surat keberatan dari PGGJ itu tertanggal 25 Februari lalu. Dalam surat yang ditanda tangani lima tokoh PGGJ itu tertulis sikap mereka meminta Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menghentikan atau membatalkan izin pendirian Masjid Agung Baiturrahman Wamena.

"Itu hanya miskomunikasi saja. Umat Islam tidak usah terprovokasi dengan berita-berita itu. Karena itu hanya bersifat aspirasi atau usulan saja," kata Ketua MUI Provinsi Papua Syaiful Islam Al-Payage kepada KBR, Selasa (1/3/2016).

Yang dimaksud Syaiful Islam dengan usulan atau aspirasi adalah sikap PGGJ yang melarang penggunaan alat pengeras suara di masjid, larangan penggunaan jilbab atau jubah di tempat umum, dan lain-lain.  

Sementara masalah utama adalah soal pembangunan atau renovasi Masjid Agung Baiturrahman Wamena.

"Saya pada tanggal 23 Februari memang ada di Wamena. Saya dilaporkan, bahwa ada keberatan dari teman-teman sebelah. Teman-teman dari Kristen bilang mungkin akan dibangun tujuh tingkat, menaranya akan melebihi salib (Menara Salib di Kota Wamena). Padahal tidak. Itu hanya direnovasi, paling dibangun dua tingkat," kata Syaiful Islam.

Syaiful mengklaim masalah itu sudah diselesaikan oleh Bupati Wamena melalui pertemuan dengan para tokoh agama setempat.

"Itu sudah pertemukan FKUB, bupati, tokoh Islam, Kristen," kata Syaiful Islam.

Ketua Majelis Ulama Indonesia MUI Provinsi Papua Syaiful Islam Al-Payage menjelaskan lokasi pendirian atau renovasi Masjid Agung di Wamena sudah mendapat izin atau sertifikat dari pemerintah daerah. Ia mengatakan tidak elok jika tempat ibadah yang sudah mendapat izin dibatalkan.

Syaiful meminta masyarakat menyerahkan masalah ini kepada pemerintah daerah Wamena. Ia juga mengimbau semua tokoh agama di Papua membangun kebersamaan dan mendahulukan nilai toleransi antarumat beragama.

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Presiden Didesak Keluarkan Perppu untuk Batalkan UU KPK

Cek Fakta Top 5 Hoax of The Week 14-20 September 2019

Bangun Sinergi Selamatkan Badak