KNKT Investigasi Tenggelamnya KMP Rafelia 2

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai menginvestigasi penyebab tenggelamnya KMP Rafelia 2

, BERITA , NUSANTARA

Sabtu, 05 Mar 2016 16:21 WIB

Author

Hermawan Arifianto

KNKT Investigasi Tenggelamnya KMP Rafelia 2

Evakuasi Korban KMP Rafelia 2 (Foto: Hermawan)

KBR, Banyuwangi - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai menginvestigasi penyebab tenggelamnya KMP Rafelia 2 di Selat Bali, pada Jumat (04/03/2016). Tim KNKT yang baru tiba di Banyuwangi, Jawa Timur hari ini, Sabtu (05/03/2016) tersebut langsung memulai proses investigasi.

Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Pelayaran KNKT Aldiran Dalimunte mengatakan, pada hari pertama investigasi akan dilakukan wawancara mendalam dengan penumpang kapal. “Investigasi awal terhadap para penumpang yang selamat. Karena data dan informasi yang mereka berikan cukup penting buat kami sehingga bisa menceritakan apa yang sesungguhnya terjadi  pada saat kapal itu sedang berlayar  maupaun  pada saat akan, sedang  mengalami kecelakaan.

Aldiran menjelaskan, timnya langsung menuju rumah sakit untuk melakukan wawancara baik ke penumpang maupun kru. "Dan tidak kalah pentingnya bahwa investigasi terhadap kru sebagai pengendali kapal juga kami perlukan. Namun mengingat bahwa kondisi dari pada fisik serta psikologis daripada kru yang belum bisa diwawancarai jadi kami tunda dahulu,” tambah Aldiran. Selanjutnya, kata dia, KNKT akan mengumpulkan dokumen-dokumen kapal.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik langkah cepat KNKT dengan segera turun ke Banyuwangi. Anas mengharapkan investigasi KNKT membuahkan hasil. Sehingga penyebab tenggelamnya KMP Rafelia 2 segera diketahui.

Hingga Sabtu sore (5/3/2016), 4 jenazah dari 5 korban yang dinyatakan hilang telah ditemukan. Keempat korban terdiri atas 2 jenazah pria, 1 perempuan, dan 1 bayi laki-laki. Dua jenazah pria diduga adalah mualim kapal, Puji Purwanto dan seorang sopir truk bernama Agus tia asal Karawang, Jawa Barat. Adapun Ibu dan seorang anak masing-masing adalah Masruroh  dan M. roman, balita berusia 18 bulan. Saat ini, masih ada satu korban yang belum ditemukan, yaitu nakhoda kapal  Bambang Adi.

(Nurika Manan)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rawan Kriminalisasi Kelompok Rentan, Aktivis Minta RKUHP Ditolak