ESDM Minta SKK Migas Bantu Inpex Kaji Ulang PoD Blok Masela

Ini dilakukan agar keputusan akhir investasi (Final Investment Decision) tak terlalu lama tertunda.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 24 Mar 2016 16:21 WIB

Author

Ade Irmansyah

ESDM Minta SKK Migas Bantu Inpex Kaji Ulang PoD Blok Masela

Pulau Masela di Maluku. (Foto: Wikimedia)

KBR, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said segera menyampaikan ke investor, yakni Shell dan Inpex, tentang perubahan skema pembangunan Blok Masela yang akan dilakukan di darat. Sudirman mengaku telah menugaskan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) untuk menindaklanjuti putusan tersebut.

"Kami telah mengirim surat ke SKK Migas untuk merespons usulan atas persetujuan revisi plan of development (PoD) 1," ujarnya kepada wartawan di kantor Kementerian ESDM Jakarta, Kamis (24/03/2016). 

Isi surat tersebut, salah satunya meminta SKK Migas untuk mengembalikan usulan revisi rencana pengembangan PoD dan meminta pengkajian ulang berdasarkan metode onshore atau skema pembangunan di darat.

"Selanjutnya kami menugasi SKK MIGAS untuk mengomunikasikan keputusan Pemerintah tersebut kepada Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten terkait agar keputusan ini dapat ditindaklanjuti serta didukung oleh gubernur Maluku dan bupati terkait," tambahnya.

Sudirman menambahkan, langkah ini merupakan tindak lanjut atas keputusan Presiden Joko Widodo terkait pengembangan Blok Masela yang bakal dibangun di darat atau onshore. SKK Migas, kata dia, juga diminta mendampingi investor dalam mengkaji ulang rencana pengembangan (Plan of development/ POD). Ini dilakukan agar keputusan akhir investasi (Final Investment Decision) tak terlalu lama tertunda.

Skala investasi maupun kerumitan proyek yang sangat tinggi, menurut Sudirman, membuat pemerintah sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan. Sehingga, semua aspek dipertimbangkan.

"Alasan Presiden membangun di darat supaya memiliki manfaat perputaran ekonomi yang lebih besar. Baik itu pada skala regional maupun nasional. Begitu juga dari sisi pengembangan wilayah, membangun didarat akan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat setempat," ujarnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo memutuskan kilang gas Masela menggunakan skema pipanisasi di darat atau Onshore. Menurutnya keputusan itu diambil melalui perhitungan dan masukan dari berbagai pihak. Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah, agar perekonomian daerah dan nasional berdampak dari pembangunan proyek tersebut.

Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Pemerintah Segera Bubarkan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan Kejaksaan

Kabar Baru Jam 15

Mukhlisin: Toleransi adalah Kesadaran

Wildan: Interaksi Langsung dengan Orang yang Berbeda Tumbuhkan Empati

Kabar Baru Jam 14