Dewan Pers Siap Telusuri Penghentian Siaran Asia Calling KBR di Smart FM

"Kalau pihak Smart FM yang menghentikan siaran ini, mereka juga bisa saja diberikan somasi."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 09 Mar 2016 15:58 WIB

Author

Bambang Hari

Dewan Pers Siap Telusuri Penghentian Siaran Asia Calling KBR di Smart FM

Anggota Dewan Pers Stanley Adi Prasetyo (Foto: dewanpers.or.id)

KBR, Jakarta- Dewan Pers siap menelusuri penghentian sementara program feature radio Asia Calling-KBR di Smart FM. Feature yang membuat Smart FM ditegur Kominfo berisi tentang kehidupan LGBT. Anggota Dewan Pers Stanley Adi Prasetyo mengatakan, dalam Undang-undang Pers sudah jelas disebutkan, siapapun yang menghambat orang untuk menyebarkan informasi dapat dipidanakan.

Meski begitu, Dewan Pers menyatakan tetap akan menunggu laporan yang masuk sebelum memutuskan untuk mengawal kasus ini.

"Kalau pihak Smart FM yang menghentikan siaran ini, mereka juga bisa saja diberikan somasi. Kalau memang betul mereka yang menghambat, keputusannya apa? Alasannya apa? Mereka juga bisa terancam pidana. Demikian juga dengan KPI," katanya.

Sebelumnya, Smart FM menghentikan sementara siaran feature radio Asia Calling-KBR lantaran mengaku mendapat teguran oleh Kominfo.

Sementara itu, dalam pertemuan antara Komisi Penyiaran DPR dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat pada 3 Maret silam, ada sejumlah simpulan yang disetujui. Satu di antaranya, mendesak Kominfo menutup situs yang mempromosikan dan mempropagandakan konten LGBT dan membuat regulasi untuk hal tersebut.

Poin lain, mendukung langkah KPI Pusat untuk memperketat pengawasan konten terkait LGBT di lembaga penyiaran serta memberikan sanksi tegas terhadap pelanggaran penayangan konten LGBT.

Sebelumnya, lantaran dianggap menyebarkan dan mempromosikan LGBT, program feature radio KBR-Asia Calling dihentikan siarannya oleh radio Smart FM. Informasi ini diperoleh dari sumber KBR.

KBR pun mencoba mengkonfirmasi kepada pihak Smart FM, namun hingga berita ini diturunkan, tak ada jawaban telepon maupun pesan pendek. Tapi, berdasarkan balasan surat elektronik yang dikirim KBR, pihak Smart FM membenarkan teguran dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tersebut. Itu sebab, untuk sementara waktu pihaknya akan menghentikan feature tersebut.

Asia Calling merupakan salah satu program di bawah naungan KBR yang memproduksi feature-feature dari negara-negara di Asia dan mengulas tentang isu HAM, perempuan, dan LGBT. Feature Asia Calling disiarkan di Nepal, Timor Leste, Malaysia, Filipina, Afghanistan, hingga Australia dan radio komuitas di Amerika.  Di Indonesia, feature Asia Calling juga diputar di 248 radio termasuk Smart FM sejak Januari 2014.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Ratusan WNI ABK Kapal World Dream Tiba di Sebaru