Bagikan:

Pengusaha Makanan dan Minuman Minta Pemerintah Kaji Ulang Larangan Impor Garam

Gabungan Industri Makanan dan Minuman Indonesia (GAPPMI) meminta pemerintah mengkaji kembali pelarangan impor garam.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 24 Mar 2015 19:33 WIB

Author

Aika Renata

Pengusaha Makanan dan Minuman Minta Pemerintah Kaji Ulang Larangan Impor Garam

Dua pekerja sedang menurunkan garam impor dari India, di Pelabuhan Pelindo II Ciwandan, Cilegon, Banten. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Gabungan Industri Makanan dan Minuman Indonesia (GAPPMI) meminta pemerintah mengkaji kembali pelarangan impor garam. Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman mengatakan sudah ada sekitar 3-4 perusahaan industri pangan yang terancam tidak beroperasi karena menipisnya stok garam industri. Diperkirakan sejumlah perusahaan tersebut hanya memiliki stok hingga akhir April mendatang.

"Kalau benar-benar tidak boleh impor, berapa kerugian produk nilai tambah yang diderita oleh industri pangan baik pasar dalam negeri maupun ekspor. Yang paling enak adalah produk pangan olahan impor. Produksi aja di Malaysia, Singapura, Thailand, dsb, produk jadinya masuk ke Indonesia. Nilai tambahnya tidak dinikmati rakyat Indonesia. Banyak pengusaha yang sudah menyerap garam lokal tapi terus terang jumlahnya kurang memadai. Dari segi mutu, pengolahan, jauh lebih mahal."

Adhi menambahkan, kebutuhan garam secara nasional mencapai 425-450 ribu ton per tahun sementara garam yang diserap dari petani garam lokal hanya berkisar 250-300 ribu ton per tahunnya. Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun ini akan memangkas impor garam industri hingga 50 persen dari total impor tahun lalu , yang mencapai 2 juta ton garam industri.

Editor: Erric Permana 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kemarau Tiba, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan