Pencetakan KTP Elektronik di Bondowoso Lambat

BERITA | NUSANTARA

Senin, 23 Mar 2015 12:33 WIB

Author

Friska Kalia

Pencetakan KTP Elektronik di Bondowoso Lambat

Seorang petugas memperlihatkan blangko e-KTP yang siap dicetak. (foto: Friska Kalia)

KBR, Bondowoso - Proses pencetakan KTP elektronik atau e-KTP di Bondowoso Jawa Timur berjalan lambat. Padahal, sejak 1 Januari 2015, KTP Siak dinyatakan tidak berlaku. 

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Diskpendukcapil) Hosni Syam mengatakan, lambatnya proses cetak ini dikarenakan hanya ada satu alat yang bisa digunakan untuk mencetak e-KTP.

"Memang pencetakan e-KTP sudah diserahkan ke kabupaten, tapi ada beberapa kendala yaitu peralatannya kurang memadai. Kita hanya ada 2 mesin cetak, yang baru dipasang 1. itu bisa mencetak 100 KTP saja per hari. Selain itu, kita juga kekurangan tinta,” kata Hosni Syam saat dikonfirmasi KBR, Senin (23/3).

Selain berbagai kendala tersebut, diakui Hosni masih banyak masyarakat yang belum melakukan rekam data e-KTP. Berdasarkan data Dispendukcapil, dari wajib KTP 633 ribu, ada 120 ribu warga yang belum melakukan rekam data e-KTP. Sementara 40 ribu lainnya sudah melakukan rekam data, namun belum mendapatkan e-KTP.

Menurut Hosni, saat ini pihaknya mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat yang menggunakan KTP lama karena sudah tidak berlaku. Padahal, ada banyak kebutuhan masyarakat yang diharuskan melampirkan KTP sebagai persyaratan. 

Untuk itu, Dispendukcapil menyediakan surat keterangan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Karena kebutuhan masyarakat akan penggunaan KTP cukup banyak, maka bagi warga yang sudah melakukan rekam data tapi belum punya e-KTP, bisa datang untuk minta surat keterangan, nanti kami berikan. Tapi untuk yang belum rekam data, tidak akan kami beri,” ujarnya. 

Editor: Antonius Eko  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap